Kabut Asap Tak Pengaruhi Okupansi Hotel di Palembang

0
285
Kondisi Jalanan di Kota Palembang yang Terdampak Kabut Asap

RADAR PALEMBANG – Kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum berdampak  bagi tingkat okupansi  di beberapa hotel berbintang yang ada di kota Palembang. Berikut pantauan Radar Palembang, Sabtu (14/9).

Wyndham Opi Hotel Palembang, hotel bintang 5 yang berlokasi di Jakabaring belum terkena imbas dari kabut asap yang berasal dari karhutla ini. Terbukti dari penuturan Prayudi Tama, Marcomm Executive Wyndham Opi Hotel Palembang, pria supel ini mengatakan okupansi hotel bintang 5 yang terletak di Jakabaring ini masih mencapai 90 persen pada saat weekend, sementara untuk weekday di seputar 85 persen.

“Kita selalu ramai terutama pada saat weekend banyak yang menginap disini karena  selain dilengkapi swimming pool,  hotel kita juga menyatu dengan mal, jadi bisa sekalian belanja,” ujar Yudi

Untuk menarik lebih banyak tamu yang datang, Yudi menambahkan  Wyndham Opi Hotel Palembang akan mengadakan satu pekan penuh makan malam mulai dari tanggal 17 – 22 September 2019 dengan menyajikan berbagai pilihan masakan – masakan yang bercita rasa khas Thailand dalam rangkaian acara yang disebut “Thai Spicy Week”.

“Kita mendatangkan langsung dua orang chef dari Thailand untuk mengolah masakannya,” tuturnya.

Kondisi stabil juga terjadi pada tingkat hunian Arista Hotel Palembang yang berlokasi di Jalan Kapten A Rivai. Seperti dijelaskan Candra Fernando, PR Assistant & Marcomm Manager Arista Hotel Palembang, okupansi hotel baik weekday maupun weekend stabil, paling rendah 80 hingga 85 persen. “Dari bulan kemarin banyak grup yang menginap disini, sempat pada saat harga tiket naik hunian kita mengalami penurunan, tapi semester dua sudah meningkat lagi,” ujarnya

Dalam waktu dekat lanjut Candra, Arista akan menggelar event Couple Gathering untuk masyarakat Palembang yang ingin menikah dengan harga spesial. “Kita mengundang kurang lebih 20 vendor ternama di Palembang, dan kita juga akan memberikan voucher sebanyak 60 jutaan untuk setiap couple yang datang ke acara ini, ” promosinya.

Sementara The Zuri Hotel yang terletak di Jalan Radial justru mengalami peningkatan mulai dari bulan Agustus hingga pertengahan September. “Okupansi hotel kita tidak terpengaruh kabut asap, justru meningkat capaiannya rata-rata di atas 75 persen,” tutur Yuliana, Public Relation The Zuri Hotel Palembang.

Perempuan cantik ini juga menambahkan, The Zuri senantiasa menghadirkan berbagai promo kamar dan sajian menarik dari Food & Beverage untuk memanjakan tamu hotel. Seperti saat ini The Zuri masih menghadirkan promo room Sunday Funday Rp550.000 per kamar per malam berlaku untuk Superior Room setiap hari Minggu. Untuk promo makan ada Western Food IDR 125K setiap jumat malam dan Chinese Cuisine IDR 125 K setiap sabtu malam.

Senada, Sales Executive Batiqa Hotel juga mengatakan tingkat hunian hotel ini masih tinggi mencapai 85 persen. “Hanya hari Minggu saja mengalami sedikit penurunan, tapi tidak kurang dari 75 persen,” akunya.

Untuk lebih menarik tamu hotel menginap selain promo weekend Rp500.000 dan promo Belenggang dimana setiap tamu yang check-in otomatis mendapatkan pempek lenggang untuk dua orang, ditambah promo All U Can Eat BBQ di Fresqa Bistro yang terletak di lantai 2 Batiqa Hotel.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin menyikapi kondisi karhutla ini sebagai suatu kondisi yang memprihatinkan. Walau belum signifikan mempengaruhi okupansi hotel, tetapi tidak tertutup kemungkinan apabila tidak segera diatasi akan berdampak besar bagi bisnis perhotelan. “Banyak penerbangan dibatalkan gara-gara kabut asap ini, kalau seperti ini terus, bisa berdampak bukan cuma di bisnis hotel saja, bisa juga di sektor lainnya,” tutupnya. (hen)

 

 

LEAVE A REPLY