Jaga Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah BBPOM Gelar Bimtek di 989 Sekolah

0
233

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang menggelar Bimbingan Teknis Pangan Jajanan Anak Sekolah (Bimtek PJAS) 2019, bertempat di Hotel S One Palembang, Senin (22/4).

Dihadiri oleh kepala sekolah dari 71 Sekolah Menengah Atas (SMA), pengelola kantin, dinas terkait seperti pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kepala BBPOM Palembang, Hardaningsih menjelaskan, bimtek ini bertujuan untuk mengamankan jajanan yang ada di sekolah. “Kita berikan materi termasuk bagaimana manajemen keamanan pangan di sekolah, nanti diharapkan setiap sekolah membentuk tim keamanan, yang terdiri dari kepala sekolah, guru UKS, pengelola kantin, orangtua murid, siswa juga bisa jadi anggota.”

“Tim ini yang akan memonitor dan mengawasi makanan yang ada di sekolah. Untuk kantinnya diharapkan mereka bisa memenuhi pangan yang aman, termasuk juga mengawasi jajanan di sekitar lingkungan sekolah seperti yang ada di luar pagar,” ungkapnya.

Total keseluruhan sekolah yang akan diberikan bimtek untuk Sumsel sebanyak 989 sekolah, baik SD, SMP, SMA, maupun Madrasah. Sebanyak 326 sekolah untuk di kota Palembang, yang lainnya akan dilakukan di kota kabupaten.

Kegiatan bimtek  ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya diadakan advokasi lintas sektor  pada bulan maret 2019 yang melibatkan dinas se-Sumsel. Masih ditambahkan Hardaningsih, untuk tahap ketiga ada pelatihan piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah.

Sekitar 100 sekolah dari total 989 sekolah akan dipilih dan dilatih. Sekolah yang dipilih adalah sekolah yang kantinnya sudah bersih, sudah siap, organisasinya sudah ada dan penilaian lainnya.

“Pertama kita datang dulu ke sekolahnya, kita tes makanannya apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak, setelah itu kita intervensi atau kita latih tim keamanan pangannya, kemudian kita nilai kembali, kalau hasilnya bagus baru kita berikan piagam bintang,” tutupnya. (hen) 

 

 

LEAVE A REPLY