Jaga Hutan Mangrove Terbesar di Dunia

0
272
Bupati Banyuasin Askolani saat mengajar semua pihak untuk menjaga hutan mangrove.

RADAR PALEMBANG  – Hutan mangrove atau yang dikenal dengan hutan bakau di Taman Nasional Sembilang yang berada di Sungsang Kabupaten Banyuasin ini merupakan hutan bakau terbesar di dunia. Sehingga hutan tersebut sering disebut sebagai paru-paru dunia. Manfaat lain, untuk mencegah intrusi air laut, erosi dan abrasi pantai serta sebagai tempat hidup dan sumber makanan.

Untuk itulah, Bupati Banyuasin H Askolani mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove tersebut.  “Hutan bakau di TNS ini paru-paru dunia, mari kita jaga kelestariannya,“ kata Bupati Banyuasin H Askolani saat bersama Gubernur Herman Deru menanam mangrove di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, kemarin. Penanaman pohon mangrove ini dalam rangka Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 dan memperingati Hari Mangrove se-Dunia.

Di sisi lain, hutan mangrove TNS ini menyimpan sejuta pesona sehingga menjadi lokasi pariwisata yang cukup menarik. “Berjuta burung seberia pada bulan Oktober-Desember migran ke TNS, ini jadi dayatarik tersendiri,“ jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati H Askolani juga mengunjungi perkampungan warga menghimbau agar warga disiplin mematuhi protokol kesehatan dan membagikan masker dalam upaya pencegahan Covid-19. “Silakan berativitas seperti biasa, namun protokol kesehatan harus tetap dijalankan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan tidak bersalaman lebih dahulu saat ini,“ katanya.

Seperti diketahui, penanaman mangrove bersama Gubernur Sumsel berlangsung serentak se-Sumatera, dalam rangka memperingati Hari Mangrove se-Dunia dan HUT RI ke-75 kemerdekaan RI yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan ekosistem mangrove merupakan sumber daya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi, oleh karena itu perlu upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat.

”Untuk Provinsi Sumatera Selatan, luas mangrove kurang lebih 158.734 hektare yang tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir,“ katanya. (tri)

LEAVE A REPLY