Jadikan Pemilu 2019 Aman, Damai dan Sejuk

0
190

 

 

RADAR PALEMBANG – Untuk pertama kali sepanjang penyelenggaraan pesta demokrasi di republik ini, bangsa Indonesia di tahun 2019 ini hanya dalam waktu satu hari bakal menentukan pemimpinnya secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Mulai dari pemimpin eksekutif yakni presiden dan wakil presiden, hingga legislatif dengan memilih anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kaabupaten/kota hingga anggota DPD RI.

“Hanya dalam kurun waktu satu hari nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan bakal ditentukan, untuk itulah marilah kita kawal pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah di republik ini dengan penuh sukacita. Pilihlah calon pemimpin dari lubuk hati sanubari terdalam yang diyakini akan mampu membawa bangsa ini keluar dari berbagai kesulitan baik di bidang ekonomi, sosial hingga terjadinya krisi moral dan akhlak yang dampaknya sudah mulai dirasakan oleh kita saat ini,” pinta Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Miskin Kota, Arifin Kalender, akhir pekan lalu.

Di kesempatan itu, Arifin juga mengimbau kepada seluruh warga Sumsel untuk menjaga situasi yang kondusif jelang Pileg dan Pilpres karena di tahun politik ini rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang coba mengambil keuntungan sepihak.

Ini dibuktikan dengan maraknya peyebaran berita-berita hoax yang bersifat tendensius yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan kondisi chaos di tengah masyarakat yang disebar melalui media sosial. Termasuk adanya ujaran kebencian yang seolah kini sudah menjadi makanan sehari-hari selama kurun beberapa tahun terakhir.

“Kami yakni warga Sumsel yang dikenal dengan kerukunan dan sikap toleransinya yang tinggi tidak akan terpancing dengan berbagai macam isu-isu, utamanya yang menjurus pada isu Suku, Agama dan Ras atau politisasi SARA yang bisa mencederai kehidupan berdemokrasi di republik ini yang kini tengah menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita sukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk,” ucapnya.

Arifin menyebut, berdasarkan data KPU RI, Pemilu tahun 2019 ini banyak menorehkan rekor tersendiri, mulai dari biaya penyelenggaran sebesar Rp24,8 trilyun, naik sekitar Rp700 milyar dibandingkan biaya penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 yang hanya sebesar Rp24,1 trilyun.

Bedanya di Pemilu tahun 2014 yang diselenggarakan hanyalah pileg, sementara tahun ini juga dibarengi pula dengan penyelenggaraan Pilpres yang akan melibatkan tak kurang dari 17 jutaan penyelenggara pemilu mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Disamping itu, pada penyelenggaraan pemilu 2019 yang mengedepankan azas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia serta Jujur dan Adil (Luber Jurdil) ini pemilih akan diberikan lima kertas suara, mulai dari kertas suara presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD.

Terkecuali bagi pemilih di provnsi DKI Jakarta, yang hanya akan empat kertas suara, tanpa kertas suara DPRD kabupaten/kota.

Harapan senada disampaikan Ustadz Muhajir Ali selaku Dewan Pengurus Majelis Ta’lim Wa Tadzkir Al-Awwabien li Ahli Sunnah Wal Jamaah yang mengajak seluruh warga Sumsel untuk menyukseskan pesta demokrasi ini.

Salah satunya dengan senantiasa menjaga situasi keamanan yang kondusif selama tahapan penyelenggaraan Pemilu yang tinggal tersisa waktu tiga bulan lagi ini.

“Marilah bersama-sama kita kawal penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi pesta demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Pilihlah calon pemimpin yang jujur dan amanah sesuai hati nurani masing-masing,” imbuh Ustadz Muhajir, kemarin (12/1).

Disampaikannya, mewakili rakyat yang pastinya mempunyai harapan agar pemilu kali ini bisa menghasilkan calon pemimpin yang mampu menjaga kedaulatan bangsa, sekaligus memakmurkan rakyatnya dengan cara memperbaiki taraf perekonomian agar kelak bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju atau dalam falsafah agamanya menjadi negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.(sep)

LEAVE A REPLY