Jadikan Dosen Sebagai Agent Excellent

0
312

 

RADAR PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumbagsel (OJK KR7)  untuk pertama kali menggelar Training Of Trainer (TOT) Pasar Modal Syariah.

Pelatihan hasil kersaja sama OJK Pusat Pasar Modal Syariah dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu digelar di OJK KR7 Jl Residen Abdul Rozak No 99 Palembang. Pelatihan digelar selama 2 hari, Kamis (13/8) dan Jumat (13/9). Pelatihan diikuti 100 peserta yang merupakan dosen perwakilan dari 34 Perguruan Tinggi Sumbagsel.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK KR7 Sumbagsel, Sabil menungkapkan, saat ini tingkat inklusi keuangan pasar modal syariah baru mencapi 0,02 %, dan ini terbilang masih rendah.

“Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk mensosialisasikan ini, yang kita anggap paling pas menjadi corongnya adalah dosen ekonomi Islam. Untuk mahasiswa sendiri, kita ada galeri investasi di delapan kampus di Palembang, satu di Baturaja, dan dua di Pasar Sekip dan Gubah. Jadi, antara dosennya iya mahasiswanya iya, sehingga nyambung antara dosen dan mahasiswa,” kata Sabil.

Sementara Deputi Direktur Pengawasan Pasar Modal Syariah OJK Pusat, Muhammad Touriq mengatakan, pasar modal syariah sendiri sudah ada sejak tahun 1997 dengan produk pertama reksadana syariah.

“Perkembangannya pada tahun itu tidak secepat pada saat lima tahun terakhir sekarang. Setelah ada OJK kemudian terbit delapan paket peraturan OJK, sejak dari situlah kemudian masyarakat merespon dengan baik, pertumbuhannya cukup signifikan,’’ katanya.

“Dulu reksadana syariah market sharenya hanya 2  sampai 3 % tapi sekarang 6,7%, sukup dulu 1,8% sekarang sudah 4,7%. Bahkan growth untuk 3 tahun terakhir rata rata 40%. Alhamdulillah, sudah mengalami peningkatan dan pertumbuhan,” ujarnya.

Masih kata Touriq,dari sisi pelaku pasar  dulu belum ada Syariah Online Trading System (SOTS), dan sekarang sudah ada 13 anggota bursa yang menawarkan SOTS. Ini memacu pertumbuhan investor yang cukup signifikan di tiga tahun terakhir ini.

“Kita cukup gembira perkembangan syariah kurang lebih di tiga tahun terakhir ini, kedepannya  kita ingin ini lebih memasyarakat.  Kita bersinergi dengan berbagai stake holder salah satunya IAEI membuat acara ini, dengan tujuan para dosen bisa menjadi agent excellent yang mengajarkan mahasiswa. Kita berharap beberapa tahun yang datang mereka mempunyai peran sebagai investor, sebagai pelaku pasar dan bekerja di perusahaan  bisa memanfaatkan pasar modal untuk pendanaannya khususnya syariah,’ tuturnya panjang lebar.

Salah satu peserta dari Bina Darma, Fitriasuri mengaku, sangat antusias dengan kegiatan ini. “Kebetulan saya mengajar mata kuliah akuntansi syariah, selama ini akuntansi syariah lebih ke transaksi yang sudah umum seperti bersifat pengumpulan dan bantuan dana,untuk khusus pasar modal belum banyak,jadi ini merupakan ilmu baru dan sangat penting untuk ke depan, sangat bermanfaat sekali,”ujarnya.

Sementara itu, TOT Pasar Modal Syariah ini untuk hari pertama kemarin diisi oleh pemateri mengenai Pengantar Investasi dan Investasi Syariah disampaikan oleh Firman Nurrahman dari OJK, Regulasi dan Produk Pasar Modal Syariah oleh Andry Wicaksono dari OJK, dan Aspek Syariah Pasar Modal oleh M Bagus Teguh Perwira dari DSN MUI.

Sementara untuk hari kedua, materi yang akan disampaikan adalah Praktik Investasi pada Reksadana Syariah oleh Ayu Widuri dari Paytren, Asset Manajemen dan Praktik Investasi Saham Syariah melalui Sistem Online Trading Syariah oleh Abdul Rasyid dari Panin Sekuritas. (hen)

 

 

 

LEAVE A REPLY