Iuran BPJS Bakal Naik 30 Persen  

0
467

 

RADAR PALEMBANG – Tahun 2016 ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menaikan jumlah iuran kepesertaan. Sejauh ini, rencana tersebut masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai acuan besaran kenaikan iuran yang akan dikenakan kepada peserta.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, dr Sudarto mengatakan, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai kapan dan berapa kenaikan yang akan diberlakukan. “Yang menentukan besaran (regulator) itu bukan BPJS, tapi pemerintah pusat, maka dari itu kami saat ini masih menunggu keputusannya melalui Perpres,” kata dia, Selasa (6/1).

Hanya saja, berdasarkan perhitungan sebelumnya besaranya bisa mencapai 20 – 30 persen. Tapi, jumlah tersebut belum fix dan kemungkinan masih akan direvisi, sebab akan disesuaikan dengan kondisi terkini.

Menurut Sudarto, rencana kenaikan iuran ini dilakukan mengingat besaran premi yang berlaku saat ini belum ideal. Artinya, antara iuran yang dibayar anggota dengan pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan belum sebanding. “Jumlah iuran tidak mencukupi untuk pelayanan kami yang sangat luas,” terangnya.

Kenaikan premi ini dipastikan akan diberlakukan bagi anggota tingkat I dan II. Sedangkan, anggota tingkat III masih menunggu Perpres akan ikut naik atau tetap dengan besaran premi yang berlaku saat ini. Saat ini, untuk tingkat I anggota membayar per bulan sebesar Rp 59.500, tingkat II sebesar Rp 42.500, dan tingkat III sebesar Rp 19.500.

“Kami berharap besaran premi yang baru dapat segera diberlakukan segera. Karena menyesuaikan dengan kebutuhan pembayaran ke sejumlah operator seperti, RS, Puskesmas, Klinik, dan sebagainya,” katanya.

Sudarto menyebutkan, di tahun 2015 realisasi klaim mencapai Rp 1 triliun dengan jangkauan pelayanan di lima kabupaten dan kota di Sumsel. Jumlah peserta yang dilayani pun mencapai 2,2 juta dengan target pertumbuhan anggota mencapai 20 persen di tahun 2016 ini. “Bagi peserta yang hendak mendaftar hendaknya silahkan datang sendiri sehingga akan mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (tma)

 

LEAVE A REPLY