Isuzu Tinggalkan Niaga Pertambangan

0
1413

RADAR PALEMBANG – Pangsa pasar otomotif khususnya dikelas mobil niaga terus mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi yang sedang masuk tren penurunan. Diler yang selama ini mengandalkan mobil niaga seperti Isuzu mulai mencari alternatif pasar yang bisa menunjang market penjualan.

Kepala Cabang PT Astra International main diler Isuzu Palembang, Samuel Filo, Minggu (26/7/2015) mengatakan, Isuzu saat ini fokus mengembangkan pasar mobil passanger sebagai alternatif penjualan. Sebab mobil niaga seperti truck yang selama ini menjadi andalan terbesar penjualan kondisi pasarnya makin tidak menentu.

Sektor batubara sedang sulit, komoditi lesu sementara pasar untuk sektor ritel jumlahnya sangat terbatas. Praktis saat ini yang masih bisa bertahan hanya pasar mobil niaga untuk angkutan perusahaan yang bergerak di perkebunan,” jelasnya.

Mengandalkan hanya satu segmentasi pasar, Isuzu sejak tahun lalu mulai mengambil alternatif ceruk pasar yang dinilai masih pontensial. Meski Isuzu sejak dulu dikenal sebagai pabrikan yang merajai penjualan mobil niaga, namun pabrikan ini juga menjuala mobil jenis passanger.

Mobil passanger keluaran Isuzu yang saat ini masih dikenal masyarakat adalan Panter. Namun sejak tahun lalu, Isuzu melakukan pengembangan produk dengan mengeluarkan versi terbaru yakni Isuzu Mu-X yang mengusung kehandalan mesin disel dengan bahan bakar solar.

Sejak diluncurkan tahun lalu Isuzu Mu-X menjadi penunjang penjualan, sebab salah satu keunggulan yang dimiliki mobil keluaran Isuzu adalah mesin disel dengan bahan bakar Solar. Disaat ada disparitas harga seperti sekarang ini jelas pengguna passanger kami lebih diuntungkan,” katanya.

Berada satu kelas dengan Toyota Kijang Innova, Pajero Sport maupun Fortuner Isuzu Mu-X merupakan satu satunya yang bermesin disel yang konsel menggarap tatanan konstruksi mesin yang kokoh. Sehingga menghasilkan suara yang halus dan teruji.

Salah satu kelebihan mobil dengan mesin disel terletak pada perawatan. Mesin disel tidak terlalu banyak tingkah. “Market mobil ini terus meningkat, meski dari sisi jumlah tidak terlalu tinggi, namun setidaknya bisa menjadi penunjang disaat pasar lesu,” tutupnya. (iam)

LEAVE A REPLY