Ishak Mekki Pertanyakan Dana Pemeliharaan Jalan Noerdin Panji

0
246

 

RADAR PALEMBANG – Ramainya keluhan masyarakat atas maraknya kerusakan jalan akhir-akhir ini di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat perhatian serius dari orang nomor dua di Sumsel, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H. Ishak Mekki. Di setiap kunjungan kerjanya ke berbagai daerah di Sumsel belakangan ini, dia pasti menyempatkan diri untuk meninjau berbagai ruas jalan yang mengalami kerusakan termasuk jalan-jalan yang tengah dalam pengerjaan.

Di Kabupaten OKU Timur pekan lalu, mantan Kepala PUBM Kabupaten OKI dan PUBM Provinsi Sumsel ini mengecek pengerjaan jalan Belitang yang mengalami kerusakan berat. Begitu juga di beberapa ruas jalan lainnya di Provinsi Sumsel, seperti di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Empatlawang, Musirawas, dan sebagainya.

Tak hanya di sejumlah daerah, di dalam kota Palembang pun mantan Bupati OKI dua periode ini juga menyempatkan diri mengitari kota guna melihat dari dekat berbagai ruas jalan baik yang mengalami kerusakan maupun yang tengah dalam perbaikan dan pemeiharaan.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (22/9) lalu, selepas sholat Jumat di Mesjid Ummul Yakin, Jalan Sukawinatan, Wagub Ishak Mekki dan rombongan, menyempatkan diri menyelusuri Jalan Noerdin Panji (dulu Jalan Pangeran Ain) kawasan Bandara SMB II Palembang. Kepada rombongan dan awak media yang mengikutinya, Ishak mempertanyakan soal pemeliharaan jalan dibangun dengan anggaran tahun jamak itu.

Menurut Ishak, seyogyanya jalan yang dibangun dengan dana ratusan miliar rupiah pada tahun 2015 tersebut, setelah serah terima PHO, pemeliharaannya dilakukan pada tahun berikutnya, tahun 2016 dengan menggunakan anggaran pemeliharaan sebesar 5 persen dari nilai kegiatan sebagaimana tertuang dalam kontrak kerjanya. Namun kenyataannya, pada saat mengalami kerusakan di tahun itu, jalan tersebut dibiarkan begitu saja.

Barulah di tahun berikutnya, tahun ini, 2017, kerusakan jalan itu dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran baru yakni anggaran tahun 2017 senilai kurang lebih Rp 10 miliar. “Nah ini kan melanggar aturan dan merugikan negara, lantas ke mana dana pemeliharaan senilai 5 persen itu,” kata Ishak dengan ekspresi kecewa sembari menyatakan akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang bertanggungjawab atas pembangunan Jalan Noerdin Panji tersebut.

Kepada awak media, Wagub Ishak Mekki menyatakan, dia sudah berkali-kali mengingatkan dinas terkait yakni Dinas PU Bina Marga Sumsel atas kerusakan jalan yang baru diserahterimakan di tahun 2016 itu. Menurut Ishak, kepada dirinya, Kepala Dinas PU juga menyatakan bahwa dia (Kepala Dinas PUBM) sudah berkali-kali pula mengingatkan kontraktor pengerja jalan tersebut, namun tidak digubris.

Menyudahi pantauannya, Ishak Mekki juga menyatakan latar belakang keprihatinannya atas maraknya kerusakan di sejumlah ruas jalan dalam Provinsi Sumsel. Di setiap kunjungannya, dia pasti menerima keluhan utama masyarakat, yakni maraknya kerusakan jalan yang berakibat macetnya arus transportasi dan arus perekonomian.

“Saya tidak main-main terhadap persoalan jalan yang menyangkut hajat orang banyak dan menjadi keluhan utama masyarakat kita. Untuk itu pula, atas temuan-temuan sebagaimana pula yang terjadi atas pengerjaan ruas Jalan Nordin Panji ini saya segera memanggil penanggung jawab kegiatan untuk meminta pertanggungjawaban, karena ini jelas sangat merugikan negara dan merugikan masyarakat,“ pungkas Ishak sembari meninggalkan lokasi.(rel)

 

LEAVE A REPLY