IPNU Sumsel Gelar Diskusi Lintas Agama

0
834

 

RADAR PALEMBANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Selatan (Sumsel) mengumpulkan sejumlah tokoh agama di Sumsel dalam acara dialog antar umat beragama di aula kawasan MAN 3 Palembang, kemarin (30/7) di Gedung PSBB MAN 3 Pakjo.

Dengan diskusi ini dapat mencegah terjadinya konflik antar umat agama yang sangat dikhawatirkan masyarakat selama ini.       Acara yang digelar PW IPNU Sumsel dengan bersama sejumlah tokoh agama di Sumsel itu, guna mengantisipasi insiden pembakaran Masjid seperti yang terjadi di Tolikara Papua pada Idul Fitri lalu beberapa waktu lalu.

“Kami tidak ingin kejadian seperti di Papua saling serang antar umat beragama terjadi di Sumsel, itulah kenapa kami dari PW IPNU Sumsel menggelar dialog dengan menghadirkan perwakilan tokoh agama di Sumsel,” kata Ketua PW IPNU Sumsel, Momon Wahyudi

Dialog antar umat bergama yang mengangkat tema urgensi kerukunan dalam keberagaman itu menghadirkan lima tokoh agama, baik tokoh agama Islam, Kristen, Protestan, Hindu, dan Budha.

Dalam acara itu, IPNU Sumsel mengajak agar masyarakat Sumsel tidak terprovokasi alias terpancing dengan insiden yang terjadi di Papua. Menurutnya, kondisi keamanan dan kerukunan umat beragama di Sumsel tergolong kondusif dari masa ke masa.

Momon mengatakan, dengan perbedaan yang ada harusnya masyarakat Sumsel saling menghargai. Seperti Indonesia yang merupakan negara majemuk, dengan bhineka tunggal ika nya, meski berbeda-beda namun tetap satu jua.  “Hal penting dalam acara ini, nanti kelima tokoh agama akan menandatangani nota kesepahaman antar umat beragama,”ungkapnya.

Diskusi berjalan dengan atraktif dan menarik karena banyak yang dipahami oleh pelajar akan pentingnya menjaga keruknan antar umat agama, karena dalam semua agama tidak ada yang mengajarkan kekerasan dalam berkehidupan ini. (**/zar)

LEAVE A REPLY