Investor Bisa Transaksi via ATM

0
607

RADAR PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan investor akan dengan mudah bertransaksi pemesanan efek lewat ATM.

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan perjalan menuju itu tercermin pada kerjasama PT Kustodian Efek Indonesia dengan Bank Mandiri Treasury. “Selama ini lewat KSEI hanya lewat internet. Sekarang bisa lewat ATM ngecek rekening efek,” ujar Nurhaida di Jakarta, Senin (1/9).

Nurhaida menjelaskan saat ini kerjasama KSEI dan perbankan baru tahap pengecekan rekening belum smpai transaksi. “Fiture kalau bisa transaksi kayak negara lain. Bisa beli order, jual kalau kemudahan masyarakat akan nyaman akan berkembang investor pasar modal,” katanya.

Selain itu, lanjut Nurhaida ada sedikit revisi pada kemudahan regulasi. Revisi pada pengenalan investor. Bagi investor yang akan membuka rekening efek tidak lagi doubel pengenalan atau know you customer.

“Ini berlaku pada pembukaan rekening efek dalam jumlah tertentu saja. Kalau besar tetap menggunakan know your customer,” katanya.

IHSG Rebound 40 Poin di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 40 poin di awal pekan. Investor asing kembali tempatkan dana di pasar modal. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11,710 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.685 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 23,080 poin (0,45%) ke level 5.159,943 mengekor penguatan pasar global dan regional. Indeks kembali bangkit setelah pekan lalu terkena aksi jual.

Saham-saham yang pekan lalu kena koreksi kini bisa menguat lagi. Namun beberapa sektor saham ada yang masih kena aksi ambil untung. Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 34,365 poin (0,67%) ke level 5.171,228 berkat penguatan saham-saham kelas berat, terutama saham perbankan. Aksi beli marak terjadi sejak pembukaan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (1/9), IHSG ditutup bertambah 40,755 poin (0,79%) ke level 5.177,618. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 10,908 poin (1,25%) ke level 880,104.

Delapan sektor berhasil menguat, hanya sektor agrikultur dan konstruksi yang gagal menguat. Saham-saham bank kelas berat naik paling tinggi.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 111 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.152 kali dengan volume 4,829 miliar lembar saham senilai Rp 3,419 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 147 turun, dan 88 saham stagnan.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Chandra Asri (TPIA) turun Rp 165 ke Rp 3.080, Dharma Satya (DNSG) turun Rp 150 ke Rp 3.450, Citra Marga (CMNP) turun Rp 125 ke Rp 3.925, dan Indocement (INTP) turun Rp 125 ke Rp 24.125. (ang /hds)

LEAVE A REPLY