Imbau Sembahyang Ceng Beng Dirumah

0
273
Chandra Husin dan panitia Ceng Beng lainnya pose bareng di altar Tao Pe Kong Talang Kerikil

 

 

RADAR PALEMBANG – Panitia Ceng Beng tahun 2020 Palembang tidak turut serta dalam pengamanan dan keamanan dalam pengaturan lalu lintas serta tertib Ceng Beng di sekitar Talang Kerikil Dan Soak. Hal tersebut ditegaskan ketua panitia perayaan Ceng Beng Chandra Husin usai melaksanakan sembahyang di altar Tao pe Kong Kelenteng Pemakaman Talang Kerikil.

Menurut Chandra, hal ini menindak himbauan pemerintah maklumat kepala kepolisian Negara Republik Indonesia nomor Mak/2/III/2020. “Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia khususnya di Sumsel dan Palembang,”katanya.

Chandra juga mengimbau kepada masyarakat untuk tahun 2020 ini sembahyang ceng beng sebaiknya drumah saja. “Itu harapan kita,”ujarnya

Chandra juga menjelaskan tentang ceng beng adalah salah satu dari 24 Jieqi yang ditentukan berdasarkan posisi bumi terhadap matahari. Pada Kalender Gregorian AWAL (bukan akhir!). “Bila kita artikan kata Ceng beng, maka Ceng berarti cerah dan Beng artinya terang sehingga bila digabungkan maka Cengbeng berarti terang dan cerah,”ujarnya

Chandra juga menceritakan tentang sejarah sejarah Ceng beng yang dimulai pada dinasti Zhou, awalnya tradisi ini merupakan suatu upacara yang berhubungan dengan musim dan pertanian serta pertanda berakhirnya hawa dingin (bukan cuaca) dan dimulainya hawa panas.

Pada dinasti Tang, hari ceng beng ditetapkan sebagai hari wajib untuk para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal, dengan mengimplementasikannya berupa membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

“Di dinasti Tang ini, implementasi hari ceng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan membersihkan kuburan,”jelasnya.(sep)

LEAVE A REPLY