Imbas Virus Corona, Tour Travel Sangat Terpukul

0
212
RADAR PALEMBANG – Walaupun virus corona belum menyerang warga Indonesia namun dapak virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok  tersebut sangat berpengaruh bagi biro perjalanan jasa travel. Salah satunya Mediatour Travel Service  Palembang semakin merasakan dampak corona yang menjadi isu terhangat saat ini.

Ari Afrizal, Director Mediatour Service Palembang mengatakan, memasuki
Febuari 2020 pemesanan banyak di cancel untuk sementara karena keberangkatan di tunda. Banyak promo tiket yang sudah disiapkan menyambut Imlek terpaksa di cancel oleh pemesan.  ” Banyak pemesan sudah carter tiket terpaksa di tunda karena adanya virus corona ” ujarnya, Rabu, (19/02/2020).

Ari menjelaskan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutama sudah memberikan pelarangan perjalanan ke  Tiongkok dan Singapura. ” Kalau Tiongkok semua tahulah kenapa, mau kota manapun kalau Cina tidak diizinkan ” tambahnya.

Sedangkan pelarangan menuju Singapura,  dikarenakan negara tersebut dalam status siaga corona. Berbeda dengan Singapura, pemesanan tiket menuju Malaysia masih terbilang aman dan lancar.

Keadaan ini berlangsung hingga waktu kondusif sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pariwisata. Hingga keputusan sudah berlangsung maka biro perjalanan lainnya akan berjalan normal kembali. ” Kalau untuk negara lain selain Tiongkok bulan April sudah jalan “katanya

Ari berharap semoga Indonesia tidak terpapar virus corona,  hingga jasa travel berjalan normal kembali. ” Yang penting warga Indonesia tidak terkena virus corona, kalau untuk jasa travel akan berjalan sesuai keputusan pemerintah,” harapnya.

Menurutnya,  bukan bironya saja yang merugi jasa travel di Jakarta mungkin paling merasakan akibat adanya isu corona utamanya pemesan hendak menuju Singapura,  Malaysia,  Hongkong.

Senada Koko Herry Owner Charmeta  Tour dan Travel mengaku usahanya sangat terpukul atas virus  Wuhan ini. “Semuanya promo perjalanan keluar negeri seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, Macau dan lainnya ditunda saat ini, kita nggak mau ambil reziko,”ucapnya.

Menurut  Koko Herry, jika hal ini berlangsung lama tentu efeknya luar biasa bagu dunia pariwisata di Indonesia khususnya Sumsel dan Palembang. “Kita berharap  masalah Corona ini segera bisa diatasi. Jika tidak, usaha tour dan travel pasti banyak yang tutup,”ujarnya

Sementara itu, Imbas virus Corona yang melanda dunia saat ini, membuat rute penerbangan dari Singapura dan Kuala lumpur di bulan Februari mengalami penurunan drastis  hingga 20 persen. Menurut Eksekutif General Manager (EGM) Fahrozi, penurunan ini bila dibandingkan penerbangan tahun 2019 yang lalu yang rata-rata antara 140 hingga 180 penumpang setiap maskapai penerbangan. “Tahun ini turun diperkirakan
20 persen,”katanya beberapa  hari yang lalu.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dalam mengantisipasi virus corona kini memberlakukan kartu pemeriksaan kesehatan atau  Health Alert Card (HAC) bagi penumpang dan awak kabin sejak 7 Januari 2020 yang lalu.
“Jika dalam pemeriksaan kesehatan ada penumpang yang terindikasi gejala virus corona maka harus kembali di cek di pusat kesehatan terdekat dan di cek ulang 14 hari kedepannya,”ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) Korwil KKP SMB II, Dr F. Arya Hidayat .

Menurut Arya, sejak diberlakukannya HAC ada 10 penumpang yang berstatus pemantauan,ke sepuluh orang tersebut WNI mahasiswa asal Palembang dan Muba.“Semua sudah ditangani dinas kesehatan terdekat dan sebagian sudah lewat masa 14 hari yang disarankan,”katanya.(mg1)

LEAVE A REPLY