IMB, Wajib Sediakan Lubang Biopori

0
800

 

RADAR PALEMBANG – Kepala Dinas Tata Kota  Palembang, Isnaini Madani mengatakan saat ini syarat untuk membuat IMB sudah diperketat. Misalnya, diwajibkan menanam satu pohon di depan bangunan, menyediakan bak sampah, membuat lubang biopori dan lainnya. “Syarat itu wajib di laksanakan. Jika pemohon IMB tidak sanggup melaksanakannya. Maka, IMB yang diajukan tidak akan kami terbitkan,” kata dia, kemarin.

Menurut Isnaini, penanaman pohon di dalam setiap bangunan tersebut banyak sekali manfaatnya, diantaranya, sebagai penyerapan air, paru-paru kota, penyaring udara, polusi dan lainnya.”Kami sudah banyak dengar omongan bahwa susahnya mengurus IMB. Tapi hal itu adalah aturan. Kami lakukan untuk mencegah terjadinya banjir di Palembang,” tukasnya.

Dia menuturkan, syarat untuk penanam pohon maupun buat lubang biopori itu bukan hanya di bebankan kepada pemohon IMB saja. Tapi, juga pada pemilik bangunan ruko yang sudah ada.”Bangunan lama yang sudah berdiri, sudah dihimbau untuk melakukan penghijauan. Minimal satu bangunan satu pohon. Surat edaran Wali Kota sudah disebar melalui Camat masing-masing wilayah,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat dapat membuat lubang biopori dihalaman rumahnya masing-masing untuk penyerapan air. “Peran serta masyarakat sangat diperlukan. Karena untuk mencegah banjir, tidak bisa hanya dilakukan Pemerintah melainkan semua lapisan, terutama masyarakat,”imbuhnya

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palembang, M Syafri HN mengatakan, semua pembangunan harus mengikuti tata ruang yang sudah ada dan berkelanjutan. Untuk itu,pihaknya semakin ketat untuk pengaturan rencana detail tata ruang (RDTR) umum dan RDTR Kecamatan. “Tahun 2015 baru akan kita jadikan Peraturan Daerah (Perda),” jelasnya.

Dengan begitu, maka sudah ketentuan dalam melakukan pembangunan. Selain RDTR ada juga Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Dengan begitu ada pedoman dalam membangun sebuah bangunan. “Jadi ketinggian bangunan, penerbitan izin-izin, lebar jalan dan lainnya diatur didalam RTBL. Sehingga bangunan tidak asalbangun, yang bisa menyebabkan banjir,” pungkasnya.(tma)

 

.

 

LEAVE A REPLY