Hut Pertamina, Pertalite – Pertamax Turun

0
1028

 

RADAR PALEMBANG – PT Pertamina Persero memberikan kado spesial saat perayaan ulang tahun ke-58. Dua produk yang dijual perusahaan plat merah ini, yakni Pertalite dan Pertamax mengalami penurunan harga. Sementara untuk premiun dan solar, bertahan diharga lama.

General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Herman M Zaini mengatakan, bisnis pertamina tahun ini secara total mengalami perlambatan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Konsumsi solar dan premium jauh dibawah kuota yang ditetapkan. Namun, lanjut dia, penjualan BBM sedikit tertolong oleh dua produk non subsidi yani pertalite dan pertamax yang mengalami peningkatan signifikan.

“Tahun ini penjualan Pertamax mengalami pertumbuhan 35 persen, Pertamax plus tumbuh 16,1 persen, pertamax racing tumbuh 5 persen, Pertalite tumbuh 67 persen dan Pertamina Dex naik 12,3 persen,” jelas Herman usai acara peringatan HUT Pertamina yang ke-58 di Komplek Pertamina MOR II, Kamis (10/12).

Pencapaian ini, kata Herman, merupakan buah dari kinerja pemerintah dan Pertamina yang secara berangsur mencabut subsidi BBM. Disparitas harga antara BBM subsidi dengan non subsisi sedikit membuat masyarakat mulai beralih menggunakan BBM non subsidi. Apalagi, ketika produk baru pertalite hadir tren penyalurannya mengalami peningkatan yang signifikan. Konsumsi BBM jenis pertalite saat pertama kali diluncurkan berkisar 98,6 kilo liter (KL) sementara saat ini konsumsinya sudah mencapai 165 KL perhari.

“Konsumsi kami yakini akan terus mengalami peningkatan, sebab saat ini Pertamina mulai kemarin menurunkan harga BBM jenis pertalite sebesar Rp50 dari Rp8.500 menjadi Rp8.450. Pertamina pada momen ulang tahunnya kali ini juga menurunkan harga BBM jenis pertamax sebesar Rp100 menjadi Rp9.300,” jelas dia.

Selain adanya penurunan harga, indikator lain yang bakal mendongkrak konsumsi BBM non subsidi utamanya jenis pertalite adalah penambahan SPBU yang menjual produk tersebut. Pada saat awal peluncurannya hanya beberapa SPBU yang menjual produk dengan aktan 90 ini. Namun dalam perkembangannya saat ini jumlah SPBU yagn menjual mencapai 127, target dari kantor pusat Pertamina hingga akhir tahun 150 SPBU dari 452 harus menjual Pertalite.

Menurut dia, dari mitigasi yang dilakukan oleh Pertamina, SPBU yang belum bisa menjual Pertalite masih terkendala tanki. SPBU kecil kapasitas tangkinya masih terbatas, makanya hanya bisa menjual solar dan premium saja. Namun bagi pemilik SPBU yang berniat melakukan perluasan tangki, pertamina memberikan kesempatan yang luas bagi pemilik  untuk menjual BBM non subsidi.

“Penjualan Pertalite di Sumbagsel telah berhasil menurunkan konsumsi Premium sampai dengan 6% dibandingkan sebelum penjualan Pertalite. Konsumsi rata-rata Premium Sumbagsel sebelum penjualan Pertalite per hari adalah 7000 KL, saat ini dapat ditekan sampai dengan 6600 KL,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Pertamina Sumbagsel merayakan HUT Pertamina ke 58 dengan acara syukuran dan memberikan bantuan ke masyarakat, di antaranya pemberian tali asih untuk veteran berupa bingkisan dengan total nilai Rp. 85 juta, santunan untuk 30 orang anak yatim, pemberian bingkisan pendidikan untuk 58 orang anak mekanik yang berprestasi, dan penyerahan bantuan untuk 9 posyandu di lingkungan wilayah operasional Pertamina di Palembang. “Pertamina ingin membagikan kebahagiaan di hari ulang tahun yang ke-58 ini kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Dalam acara tersebut pekerja di Sumbagsel menyaksikan pemaparan Dirut Pertamina mengenai pencapaian yang telah diraih Pertamina secara nasional melalui video conference. Mengenai pencapaian MOR II, Herman, mengatakan, Pertamina MOR II juga di ulang tahun yang ke 58 ini telah menyumbangkan pencapaian yang cukup membanggakan, di antaranya telah tersebarnya SPBU Pertalite di 5 propinsi di MOR II, tercapainya penjualan LPG non subsidi, penjualan produk Musicool serta pejualan anak perusahaan yaitu Pertamina Lubricant Sales Region II Sumbagsel. (iam)

LEAVE A REPLY