Honda Optimis Pimpin Pasar Sumsel  

0
837

 

RADAR PALEMBANG – Honda tetap optimis tahun ini tetap memimpin pasar sepeda motor di Sumatera Selatan (Sumsel). Meskipun kondisi ekonomi masih lesu dan daya beli masyarakat masih menurun tetapi Honda tetap bisa melanjutkan kinerja yang baik.

Hal itu dikatakan Kepala Wilayah PT Astra International Tbk – Honda Sales Operation (Astra Motor) Sumsel Yohanes Pratama, Selasa (23/2/2016). “Tahun ini kami yakin bisa terus memimpin penjualan,”kata dia.

“Sejumlah varian yang mendukung, diperkuat oleh dominasi di segmen cub baik melalui tipe Revo, Blade, maupun Supra X Series. Termasuk segmen AT (matik) melalui BeAT, Scoopy, Spacy, dan Vario Techno Series,” ujar Yohanes.

Menurut dia, dengan kondisi pasar di tahun ini yang belum menunjukan perbaikan, pihaknya akan mencoba terus hadir di sisi konsumen. “Ini untuk memberikan kemudahan konsumen beraktifitas melalui kendaraan yang hemat bahan bakar, andal, tangguh, mudah perawatan, serta ramah lingkungan,” tuturnya.

Yohanes menjelaskan, tahun ini pasar sepeda motor di Sumatra Selatan diprediksi akan stagnan atau hampir sama dengan kondisi tahun lalu. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), sepanjang 2015, total penjualan keseluruhan (wholesale) sepeda motor di Sumsel sebesar 170.971 unit.

Dari jumlah itu, Honda memimpin penjualan sebanyak 101.088 unit dengan pangsa pasar 59%. Posisi kedua ada Yamaha dengan penjualan 64.818 unit (37,9%). Lalu, tempat ketiga ada Kawasaki yang meraih penjualan 4.207 unit atau pangsa pasar 2,4%.

Pilih yang Hemat

Yohanes menjelaskan, ekonomi di Sumsel tengah mengalami tekanan setelah anjloknya banyak komoditas, baik tambang dan perkebunan. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimistis Honda masih menjadi pilihan utama masyarakat Sumsel. Apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit, tentu masyarakat akan memilih kendaraan yang hemat BBM, sehingga bisa menekan biaya operasional keluarga sehari-hari.

Sejumlah anggota komunitas sepeda motor Honda di Sumsel mengakui, kondisi ekonomi yang berat membuat masyarakat menahan untuk membeli kendaraan, termasuk roda dua. Jika pun terpaksa, tentu membeli sepeda motor yang hemat BBM. “Jadi dananya masih bisa disisihkan untuk keperluan lain,” ujar Buddi, salah satu anggota klub motor matik Honda di Palembang.

Sebelumnya, Hilda Moenif, Ketua Paguyuban Motor Honda Sumsel mengakui, sepeda motor yang hemat menjadi pilihan anggota komunitas di Sumsel. Seperti motor matik Beat yang terkenal hemat BBM. Beat pernah tercatat sebagai matik paling irit karena mencetak rekor konsumsi BBM 90,32 kilometer (km) per liter dalam ajang The All New BeAT-FI UnBeATable Econo Riding dengan metode full to full di Serpong, Tangerang, Banten, pada 2012 lampau.

Berdasarkan data AISI, secara nasional, Honda menutup tahun 2015 dengan meraih pangsa pasar 68,7%. Tahun itu, Honda mencetak penjualan 4.453.888 unit. Sepanjang 2015, total penjualan sepeda motor nasional sebanyak 6.476.792 unit. Tempat kedua secarra nasional masih dipegang Yamaha dengan penjualan 1.796.577 unit atau meraih pangsa pasar 27,7%. Lalu posisi ketiga diraih Kawasaki yang mencetak penjualan 115.008 unit dengan pangsa pasar 1,7%.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan sepeda motor tahun ini sekitar 6,5 juta unit. Menurut dia, AISI tidak muluk-muluk menetapkan target penjualan karena kondisi ekonomi global yang belum pulih sehingga memengaruhi harga komoditas dalam negeri.(**/dav)

 

LEAVE A REPLY