HD Launching Anjungan Bansos Sriwijaya

0
107
Gubernur Sumsel H.Herman Deru secara resmi melaunching Anjungan Bansos Sriwijaya di Griya Agung

RADAR PALEMBANG – Gubernur Sumsel H.Herman Deru secara resmi melaunching Anjungan Bansos Sriwijaya di Griya Agung, Sabtu (24/10/20) siang. Peluncuran aplikasi Anjungan Bansos Sriwijaya (ABS) ini merupakan yang  pertama di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Menurut Herman Deru kehadiran aplikasi Anjungan Bansos Sriwijaya ini  dapat menjadi pusat data penerima bantuan sosial baik dari APBN atau APBD. Selain itu juga menjadi sarana pemantauan penyaluran bansos kepada masyarakat sehingga kedepan data menjadi valid dan dapat diakses secara luas. Dengan demikian transparansi program yang ditargetkan dapat berjalan dengan efektif.

“Anjungan Bansos Sriwijaya ini kita buat bertujuan agar penyaluran Bansos di Sumsel tepat sasaran dan benar. Karena, ini akan dapat dilihat masyarakat secara transparan. Bahkan masyarakat juga bisa menjadi petugas intelegennya,” ujar HD sesaat usai peluncuran anjungan.

Peran masyarakat lanjut HD akan sangat membantu dalam memberikan informasi data penerima bansos. Pasalnya masyarakat bisa menginformasikan jika ada data penerima yang tidak tepat seperti adanya sasaran yang telah meninggal, pindah alamat  atau bahkan jika ada penerima yang sudah tidak layak karena sudah berkemampuan.

“Nah inilah fungsinya untuk menghimpun semua informasi itu. Bupati Walikota akan menjadi dashboardnya termasuk Forkopimda dan DPRD. Karena update data ini akan kita lakukan sampai tingkat kelurahan dan desa,” tegas HD.

Menurut HD pihak Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial mengenai update data yang dilakukan. Sehingga daerah tidak hanya mensuplai data, tapi juga ikut membenahi data dari Kemensos. Dengan harapan tidak ada sasaran penerima bantuan yang memang berhak menjadi terlewatkan.

Sedikit bercerita HD mengungkapkan jika semua ini berawal dari ketidakadilan yang disuarakan masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan. Baik itu bantuan dari pusat maupun daerah karena dalam penyalurannya masih merujuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang lama.

Melalui aplikasi ini diharapkan juga mampu memberikan kontribusi dalam rangka menghadapi persoalan data bansos khususnya di Sumsel. Karena dengan tersedianya data penerima bansos akan mempercepat proses pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar di daerah Sumsel.

“Untuk merevisi itu kita tidak punya kewenangan. Dari sanalah Saya dengan Perwakilan BPKP menggagas tentang data regional. Dan beruntung sekali kepala perwakilan BPKP kita mau memberikan bimbingan. Sehingga anjungan ini dapat menjadi navigasi kita dalam mendistribusikan bantuan agar tidak salah sasaran,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Sumsel Mirwansyah mengatakan selama ini ada beberapa hal yang melatarbelakangi dibuatnya Anjungan Bansos Sriwijaya yang merupakan inisiasi langsung Gubernur Sumsel H. Herman Deru. (tim)

LEAVE A REPLY