Harga Sembako Membaik, Ayam Naik

0
1747

 

 

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Menjelang tahun baru 2017, beberapa harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional, tidak alami kenaikan berarti. Malah, kecenderungannya harga berangsur membaik dari sebelumnya.

Pantauan Radar Palembang di sejumlah pasar tradisional, Kamis (29/12), misalnya di Pasar Sekip Palembang, harga kebutuhan pokok stabil. Namun harga daging ayam, sapi, beras, sayur-sayuran, serta harga cabai, masih cukup tinggi. “Kalau daging masih Rp 130 per kilogram, sedangkan daging ayam Rp 27 ribu per kilogram,” kata salah satu pedagang Sekip, Herman.

Sedangkan harga ikan masih tetap stabil dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok lain. Ikan patin bernagusr kembali normal Rp 16 ribu perkilogram, sedangkan harga ikan mujair Rp 26 ribu perkilogram, beras merek Patin Rp 100 ribu ukuran 10 kilogram. Sedangkan harga cabai masih cukup tinggi yang mencapai 80 ribu perkilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), melalui Kasi Pengadaan dan Penyaluran, Yulida mengatakan, dari pantauan pihaknya ke beberapa pasar, harga kebutuhan pokok mendekati tutup tahun ini, berangsur turun. Bahkan, beberapa bahan pokok seperti cabai merah keriting yang sempat melonjak, sudah turun.
Harga Ayam Potong Melambung

Harga ayam potong beberapa waktu lalu sudah mulai meroket. Jika sebelumnya masih di kisaran Rp 20 – 22 ribu per kg, kini naik hingga Rp 29 – 30 ribu per kg. Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel, Ismaidi, Kamis (29/12) mengatakan, harga ayam potong di kandang saat ini Rp19.000/kg. Sementara harga di level pedagang pasar tergantung biaya operasional. “Kalau harga di pasaran tergantung biaya operasional, jika harganya melambung tinggi artinya ada yang memanfaatkan situasi permintaan, namun kami memastikan kebutuhan tercukupi, dan distribusi disesuaikan permintaan,” katanya.

Saat ini kebutuhan ayam potong di kota Palembang tetap normal, di kisaran 100 – 120 ribu ekor per hari. Hanya saja, akibat cuaca yang tidak bersahabat dengan peternak, maka ukuran ideal permintaan pasar sulit didapat. “Banyak ayam yang beratnya tidak tumbuh sehingga sepertinya ayam mengalami pengurangan, namun secara ekornya tidak ada pengurangan,” katanya. Dicontohkan, pedagang yang meminta ukuran ayam 1,3-1,5 kg. biasanya mebjual dengan Rp 40 ribu/ekor, nyatanya berat ayam tidak bisa sampai demikian.

Sulaiman Amin (39), pedagang daging ayam potong di pasar tradisional AAL mengakui, tingginya kenaikan harga daging unggas tersebut, terpaksa dilakukan para pedagang karena mereka pun membelinya dari toke sudah mengalami kenaikan. “Kenaikan harga daging ayam sudah seminggu belakangan ini,” katanya. (zar/tma)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY