Harga Ponsel Naik Sumbang Inflasi

0
114
Ilustrasi Penjualan HP

RADAR PALEMBANG – Kota Palembang bulan Mei 2020 inflasi sebesar 0,13 persen, Inflasi Kumulatif (Inflasi Tahun Kalender Mei 2020) sebesar 0,93 persen. Sementara Inflasi Tahunan Year on Year (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,19 persen.

“Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya inflasi bulan Mei 2020 di Kota Palembang, antara lain bawang merah, telepon seluler, dan daging ayam ras,”kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Triwahyuningsih, Selasa (2/6).

Ada 11 Inflasi Kota Palembang bulan Mei 2020 berdasarkan kelompok pengeluaran. Pertama, kata Endang, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, mengalami deflasi sebesar 0,66 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,20 persen.

Komoditas dominan menyebabkan terjadinya deflasi pada kelompok ini, adalah cabai merah mengalami penurunan harga rata-rata sebesar 32,43 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,261 persen, telur ayam ras turun harganya rata-rata sebesar 11,83 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,100 persen, dan bawang putih turun harganya rata-rata sebesar 20,07 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,079 persen.

Sedangkan komoditas penyumbang inflasi yang signifikan pada kelompok ini adalah bawang merah mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 28,15 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,162 persen, dan daging ayam ras naik harganya rata-rata sebesar 5,64 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,083 persen.

Kedua, kata dia, Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, pada bulan Mei 2020 ini mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,05 persen. “Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu kerudung/jilbab mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 4,45 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,014 persen, sepatu anak mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 2,82 persen memberikan andil inflasi sebesar  0,007 persen.”

Ketiga, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, pada bulan Mei 2020 ini mengalami deflasi sebesar 0,09 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,02 persen. “Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya deflasi pada kelompok ini, adalah batu bata turun harganya rata-rata sebesar 2,31 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,007 persen, dan besi beton, turun harganya rata-rata sebesar 3,06 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar -0,005 persen,”ungkap Endang.

Lalu, keempat, Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, mengalami inflasi sebesar 0,04 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,00 persen.

Komoditas yang menyebabkan inflasi (mengalami kenaikan rata-rata harga) pada kelompok ini, yaitu pembersih lantai, pembasmi nyamuk spray, penyegar ruangan, sabun cuci piring dan beberapa komoditas lainnya, namun tidak memberikan andil inflasi umum secara signifikan.

Poin kelima, Kelompok Kesehatan, mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,00 persen. Komoditas yang menyebabkan inflasi bulan Mei 2020 pada kelompok ini, antara lain jamu dan vitamin, namun tidak memberikan andil inflasi umum secara signifikan.

Keenam, Kelompok Transportasi, mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,02 persen. Kelompok ini mengalami inflasi disebabkan kenaikan tarif angkutan udara rata-rata sebesar 4,52 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,026 persen.

Ketujuh, Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, pada bulan Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 2,20 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,12 persen. “Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, adalah kenaikan harga telepon seluler rata-rata sebesar 13,02 persen memberikan andil inflasi umum 0,118 persen,”kata Endang.

Kedelapan, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, pada bulan Mei 2020 ini mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,02 persen. Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, adalah kenaikan harga buku tulis bergaris rata-rata sebesar 3,96 persen memberikan andil inflasi umum 0,009 persen.

Kemudian kesembilan, Kelompok Pendidikan, pada bulan Mei 2020 ini tidak mengalami perubahan indeks harga. Kesepuluh, Kelompok Penyediaan Makanan, Minuman/Restoran, mengalami inflasi sebesar 1,08 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,09 persen.

Komoditas yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu sate mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 9,68 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,036 persen, dan nasi dengan lauk mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 1,06 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,011 persen.

Terakhir, kesebelas, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, mengalami inflasi sebesar 0,84 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,05 persen. “Komoditas yang menyebabkan inflasi bulan Mei 2020 pada kelompok ini, antara lain sabun mandi naik harganya rata-rata sebesar 5,45 persen menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,011 persen,”ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY