Harga Emas Kian Mengkilap

0
81

RADAR PALEMBANG– Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini karena dipicu perang dagang antara Cina dan Amerika serta gesekan politik dunia.

Tren kenaikan harga emas terpantau mulai dari logam mulia, berjangka hingga emas jenis perhiasan. Emas jenis perhiasan saat ini dipasarkan dikisaran harga Rp4,2 juta persukunya.

Akibat mahalnya harga emas perhiasan saat ini banyak masyarakat yang menjual. Sebab untuk harga penjualan kembali ditaksir mencapai Rp3,9 hingga Rp 4 juta persukunya.

Dari pantauan di beberapa toko perhiasan emas di kawasan pasar 16 ilir, hampir semua toko emas ramai oleh transaksi masyarakat yang menjual perhiasan. Masyarakat sengaja menjual emas untuk kebutuhan sehari hari karena memanfaatkan harga mahal.

Seperti yang dilakukan Ida warga Palembang. Ia menjual perhiasan jenis cincin dan kalung. “Selain untuk kebutuhan hidup, saya sengaja jual karena harga mahal. Dulu saya beli masih dikisaran harga Rp3 jutaan sekitar 3 tahun lalu, sekarang sudah mencapai Rp4 juta. Untungnya lumayan besar,” jelasnya.

Mahalnya harga emas diakui pemilik toko emas Surya Naga mengakibatkan ramainya transaksi penjualan. Praktis saat ini orang beli emas untuk kebutuhan penting salah satunya untuk mas kawin. Sebab saat kondisi mahal untuk kalangan menengah kebawah jarang yang beli. “Transaksi cukup ramai. Setiap hari tidak kurang dari 50 orang yang jual dan banyak juga yaang beli. Namun perbandingannya lebih banyak yang jual.

Sementara itu, Marketing Representative  Palembang, PT Antam Palembang, Imam Sutarwoko, Selasa (3/9) mengatakan emas ini yang mempengaruhi naik turun banyak faktor, termasuk perang dagang Amerika Serikat dengan Cina. Pertama, sambung dia, politik luar negeri, harga kurs dollar, suku bunga bank dunia dan kebijakan moneter pemerintah.

Melihat 6 bulan ke belakang, Imam menyebutkan kalau tren dalam 6 bulan (semester I,red) di 2019 naik, itu cukup signifikan. Termasuk yang  menjadi pendorong yakni ada pelaksanaan pemilihan presiden atau pilpres di 2019.

Gejolak politik pelaksanaan pilkada serentak, terdiri dari anggota legislatif dan pilres, membuat masyarakat mencari alternatif investasi yang aman. “Pilpres kemarin masih menunggu, jadi (masyarakat,red) lebih (investasi,red) aman,”kata dia, kepada Radar Palembang.

Ia menambahkan, kalau di awal tahun (2019,red) harga emas Rp609 ribu per gramnya, nah kalau sekarang sudah berada di Rp774 ribu per gramnya. Bahkan, sambung dia, sempat menyentuh angka tertinggi di Agustus lalu

Terkait sisa tahun ini, dirinya memprediksikan harga emas akan menyentuh diatas Rp800 ribu per gramnya. “Kisaran harga emas kata pengamat sampai akhir tahun bisa Rp800 per gram bahkan bisa lebih,”jelas dia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang mengakui pergerakan harga emas menjadi salah satu yang diperhatikan pembentukan inflasi di Agustus 2019. “Emas perhiasan mempunyai andil inflasi 0,037 persen,”jelas Endang.

Seperti diketahui, Agustus 2019, Kota Palembang mengalami deflasi sebesar 0,16 persen dengan inflasi tahun kalender 1,62 persen dan inflasi tahunan diangka 2,53 persen. Angka ini masih dibawah target inflasi 3,5 persen plus minus satu.

 

Untuk Provinsi Sumatera Selatan pada Agustus 2019 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, inflasi kumulatif hingga Agustus 2019 sebesar 1,67 persen dan inflasi year on year sebesar 2,52 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan emas perhiasan menyumbang andil 0,05 persen terhadap inflasi. Hal ini diungkapkannya, dikutip Radar Palembang saat teleconference, Senin (2/9).

“Pergerakan harga emas terkait dengan ekonomi global karena masih diliputi ketidakpastian dan dampaknya harga emas naik cukup siginifikan di tahun ini,”ungkap Suhariyanto.

Secara jelas, dirinya memprediksikan akan terus terjadi kenaikan harga emas hingga bulan depan. “Emas ini bentuk investasi aman dan harga (emas,red) masih akan naik di bulan depan,”ujar dia.

Kepala cabang PT Rifan Financindo Berjangka Eko Budhi Prasetyo menilai tingginya harga emas sekarang karena dipicu perang dagang yang terjadi saat ini.

Investor mulai melirik produk investasi yang save haven. Pikihannya tentu emas. Sebab jika bermain di bursa saham ataupul forex sangat rawan. Sebab pergerakannya sangat dinamis. “Hampir semua mata uang saat ini sepi perdagangan dibursa berjangka hampir 80 persen investor beralih ke emas berjangka,” katanya. Dengan kondisi seperti ini orang lebih mudah memilih opsi untuk ambil ambil untung. (dav/iam)

LEAVE A REPLY