Harga Cabai  Kian Pedas

0
1951

Inflasi Melonjak

RADAR PALEMBANG – Tingginya harga cabai membuat indeks harga konsumen mengalami inflasi yang cukup tinggi. Kondisi ini tergambar sepanjang bulan Juli.

Dari data BPS Sumsel yang dirilis Kamis (1/8) memperlihatkan, Kota Palembang bulan Juli 2019, Inflasi Tahun Kalender (kumulatif 2019) sebesar 1,78 persen, dan Inflasi “year on year” (Juli 2019 terhadap Juli 2018) sebesar 2,52 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang andil inflasi di Kota Palembang antara lain: cabe merah, bimbingan belajar, cabe rawit, tarip ojek (online), emas perhiasan, dan taman anak-kanak (TK).

Sementara di Kota Lubuk Linggau bulan Juli 2019, Inflasi Kumulatif (Tahun Kalender 2019) sebesar 2,17 persen, dan Inflasi tahunan “year on year” (Juli 2019 terhadap Juli 2018) sebesar sebesar 2,58 persen.

Komoditas dominan yang menyumbang andil inflasi di Kota Lubuk Linggau antara lain: cabe merah, daging ayam ras, cabe rawit, tomat sayur, kol, semangka dan taman kanak-kanak (TK).

Provinsi Sumatera Selatan bulan Juli 2019, Inflasi Kumulatif (Tahun Kalender 2019) sebesar 1,64 persen, dan Inflasi tahunan “year on year” (Juli 2019 terhadap Juli 2018 sebesar 2,30 persen.

Menurut Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih Komoditas dominan menyumbang andil inflasi adalah cabe merah mengalami kenaikan harga sebesar 41,70 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,357 persen, cabe rawit naik harganya sebesar 44,78 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,035 persen, ikan bandeng naik harganya sebesar 11,35 persen, menyumbang andil inflasi 0,016 persen,” jelasnya.

Sedangkan komoditas dominan yang menghambat laju inflasi pada kelompok ini, adalah bawang merah mengalami penurunan harga sebesar 10,58 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,079 persen, dan ketimun turun harganya sebesar 21,91 persen menyumbang andil inflasi -0,043 persen.

Untuk Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau, inflasi sebesar 0,15 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,02 persen. Komoditas dominan penyumbang inflasi pada kelompok ini, adalah tekwan/model naik harganya sebesar 1,28 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,012 persen, dan ice cream naik harga nya sebesar 3,18 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,004 persen.

” Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, inflasi sebesar 0,16 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,04 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu semen, mengalami kenaikan harga sebesar 1,42 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,009 persen, sewa rumah naik harganya sebesar 0,21 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,008 persen, dan lemari pakaian, naik harganya sebesar 0,85 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,007 persen,” terang dia.

Kelompok Sandang, inflasi sebesar 0,51 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,04 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu emas perhiasan, mengalami kenaikan harga sebesar 1,74 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,021 persen, dan sandal karet wanita naik harganya sebesar 12,50 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,006 persen, dan pembalut wanita naik harganya sebesar 1,73 persen, memnerikan andil inflasi sebesar 0,004 persen.

Kelompok Kesehatan, inflasi sebesar 0,19 persen, menyumbang andil inflasi umum sebesar 0,01 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan inflasi pada kelompok ini, yaitu handbody lotion, mengalami kenaikan harga sebesar 5,27 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,005 persen, dan tarip dokter gigi naik sebesar 17,65 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,004 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, inflasi sebesar 1,45 persen, menyumbang andil inflasi sebesar 0,10 persen.Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar pada kelompok ini, adalah bimbingan belajar mengalami kenaikan harga sebesar 15,52 persen menyumbang andil inflasi sebesar 0,063 persen, dan taman kanak-kanak (TK) mengalami kenaikan harga sebesar 19,61 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,020 persen.

Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan, deflasi sebesar 0,10 persen, menyumbang andil inflasi sebesar -0,02 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan deflasi pada kelompok ini, adalah penurunan harga/tarip angkutan antar kota sebesar 6,38 persen, memberikan andil inflasi sebesar -0,041 persen dan angkutan udara sebesar 1,26 persen menyumbang andil inflasi sebesar -0,009 persen.

Sebagaimana biasanya tarip angkutan antar kota (darat, laut/asdp, dan udara) mengalami kenaikan selama liburan lebaran, dan liburan sekolah yang baru berakhir pertengahan bulan Juli 2019 ini berangsur turun kembali ke tarip normal. Komoditas yang menyumbang andil inflasi pada kelompok ini adalah tarip ojek online naik sebesar 19,44 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,035 persen . (iam)

LEAVE A REPLY