Hadapi Puasa dan Lebaran, Peritel Tambah Stok

0
750

 

RADAR PALEMBANG – Kebutuhan masyarakat pada bulan puasa dan lebaran, selalu alami peningkatan. Momen tahunan ini sudah dapat diprediksi oleh seluruh bisnis ritel. Makanya, meski lebaran masih sebulan lebih, pelaku usaha ritel sudah melakukan penambahan stok berlipat. Ini terjadi untuk semua peritel modern, mulai dari hypermarket, supermarket, minimarket, hingga department store.

Seperti diungkapkan Muhammad Fahmi, promotion store Ramayana Palembang, Senin (30/5). Menurutnya, musim Lebaran, biasanya penjualan melonjak antara dua hingga tiga kali lipat dibanding bulan-bulan biasa. “Khusus untuk Lebaran tahun ini, kami menargetkan penjualan melonjak 20 – 30 persen ketimbang periode Lebaran tahun lalu.  Salah satu upaya untuk mendongkrak jualan yakni dengan mempersiapkan promosi dan menambah jumlah stok barang,” katanya.

Dikatakanya, langkah ini lumrah dilakoni para peritel jelang Lebaran. Produk yang akan menjadi andalan penjualan adalah pakaian bernuansa Idul Fitri, seperti baju koko serta busana hijab yang sedang trendi. “Kami juga menyediakan makanan, seperti kue-kue kering yang banyak diburu saat lebaran. Hanya saja, kami lebih fokus kepada produk non konsumsi,” katanya.

Fahmi mengungkapkan, momen lebaran kali ini, ibarat pelepas dahaga peritel, di tengah belum terlalu baiknya daya beli masyarakat setahun terakhir. Hal itu juga yang membuat nilainya sedikit meleset dari target yang ditentukan perusahaan sebesar 10 – 15 persen. “Sementara untuk rata-rata jumlah transaksi yang terjadi setiap hari, mencapai 1.000 transaksi, dan saat weekend bisa dua kali lipat kenaikanya,” terang dia.

Tutupi Kekurangan Omzet

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Sumsel, Hasannuri mengatakan, momen Lebaran dan Ramadan, menjadi saat yang dinanti para pelaku ritel untuk dapat menutupi segala kekurangan penjualan pada bulan-bulan sebelumnya. Diprediski pada momen tersebut penjualan akan mengalami pertumbuhan 20-25 persen.

Biasanya dalam menyambut momen tersebut, sejumlah peritel besar dalam kategori  hypermarket, melakukan penambahan stok barang mencapai 60 – 70 persen dari normal. “Sementara penambahan stok barang di supermarket terjadi 80 – 100 persen,” kata dia

Besarnya penambahan stok supermarket dibanding hypermarket, karena kapasitas gudang milik supermarket lebih kecil. Sedangkan mereka dituntut untuk melakukan langkah antisipatif saat liburan, pemasok H-3 hingga H+3 karena adanya larangan mobil niaga besar beroperasi.

Menurutnya, periode puasa hingga Lebaran memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pendapatan peritel ini. Harapan lonjakan penjualan di bulan Ramadan dan Lebaran, lantaran catatan sepanjang kuartal I – 2016 kurang memuaskan. (tma)

 

,

 

 

 

 

LEAVE A REPLY