Gubernur Tak Hadir, Fraksi PAN Walkout Dari  Rapat Paripurna 

0
713
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Kartika Sandra Desi

RADAR PALEMBANG –  DPRD Sumsel kembali mengelar Rlrapat paripurna dengan agenda penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Perda provinsi Sumsel terhadap dua Raperda inisiatif DPRD Sumsel sempat di skor, bahkan anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PAN walkout dari rapat karena tidak hadirnya gubernur Sumsel pada rapat itu, yang justru dihadiri Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Edward Chandra, Senin (18/1).

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Kartika Sandra Desi yang memimpin jalannya rapat paripurna mengatakan, setelah sempat diskor rapat paripurna yang berlangsung pukul 09.00 WIB, akhirnya dilanjutkan dengan sejumlah catatan.

“Rapat paripurna ini kita lanjutkan dengan mengeluarkan surat resmi pimpinan. Bahwa ini adalah rapat paripurna terkahir yang tidak dihadiri gubernur atau wakil gubernur tanpa pemberitahuan surat resmi,”kata Kartika Sandra Desi kepada peserta rapat paripurna.

Menurut Cici sapaan akrab Kartika Sandra Desi, dalam tata tertib (Tatib) DPRD Sumsel diatur jelas bahwa setiap rapat paripurna harus dihadiri gubernur atau dapat diwakilkan wakil gubernur sepanjang ada penunjukkan dari gubernur.

“Dalam tata tertib diatur jelas rapat paripurna harus dihadiri Gubernur, jangan sampai kita yang buat tatib tidak melanggar tatib,” katanya.

Meski dilanjutkan, Fraksi PAN DPRD Sumsel memutuskan untuk tidak mengikuti jalannya rapat paripurna alias walkout.”Rapat kita lanjutkan, tetapi Fraksi PAN memutuskan untuk tidak ikut rapat,”ungkap Cici.

Sementara itu, Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Edward Chandra mengatakan gubernur Sumsel tidak dapat hadir lantaran tengah menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD OKUT dalam rangka HUT OKUT ke 17.

“Beliau menghadiri rapat paripurna di OKU Timur, dan kami terimakasih pimpinan Dewan tetap melanjutkan rapat paripurna ini,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Fraksi PAN DPRD Sumsel Juanda mengatakan, sesuai keputusan rapat paripurna harus dihadiri gubernur dan wakil gubernur.

“Kalau yang hadir tadi bukan gubernur, bukan wakil gubernur, bukan sekda, malah Plt Asisten Pemerintah dan Kesra sepertinya tidak serius, kita bukan tidak mendukung, kita mendukung program itu. Tapi tolong kita serius,” kata Juanda.

Dia berharap pada rapat paripurna mendatang gubernur dapat hadir karena berkaitan dengan keputusan Raperda inisiatif DPRD Sumsel.

“Jadi tolong saling menghargai, ini sikap kita untuk memberitahu ke eksekutif supaya serius siapa yang hadir. Kalau ketentuannya yang hadir itu gubernur atau wakil gubernur. Kalaupun darurat bisa sekda, ya itu tadi kami persilahkan fraksi lain hadir. Tapi kami tetap konsisten. Paripurna itukan rapat tertinggi di DPRD,”tukasnya.(zar)

 

LEAVE A REPLY