Garap ‘Emosional sejak Dini’

0
1550
Foto : LOgo Bank BNI

Oleh : Ilham

RADAR PALEMBANG-KETATNYA persaingan industri perebankan akhir-akhir ini membuat sejumlah perbankan merancang setrategi bisnis jangka panjang, seperti yang dilakukan BNI. Perusahaan perbankan plat merah ini menggaet nasabah mulai dari kalangan anak-anak usia dini.

Sepintas ketika melihat disjumlah jaringan kantor cabang BNI tidak menunjukan anaknya aktifitas yang melibatkan anak-anak, seperti yang tirlihat di di BNI kantor cabang musi jalan jendral Sudirmal. Aktifitas layanan dan transaksi yang ada di sana sama sekali tidak memperlihatkan adanya anak-anak yang datang ke sana.

Sejak bank mulai buka operasional sekitar Pukul 08.00 aktifitas nasabah yang datang sangat ramai, kalangan bergai usia datang untuk melakukan transaksi, namun baik nabung, penarikan maupun layanan perbankan lainnya. Namun sangat jarang terlihat adanya anak-anak yang datang, paling ketika ada anak-anak itu hanya ajakan orang tuanya yang kebetulan datang ke bank.

Namun meski jarang terlihat ada anak-anak yang datang ke bank, ternyata BNI memiliki program jangka panjang untuk menggaet menjadi nasabah. Pengenalan dini produk perbankan diharapkan akan melekat pada anak, hingga ketika mereka sudah dewasa tetap mengingat nama BNI dan akhirnya menjadi nasabah tetap.

Dari berbagai produk tabunan  yang ada di BNI, memang ada satu produk yang ditujukan untuk anak-anak. Bank yang berdiri sejak l 5 Juli tahun 1946 ini merancang produk perbankan secara berkala, tujuannya ketika sudah menjadi nasabah BNI diusia dini maka akan melekat hingga ia sudah dewasa dan memiliki usaha. BNI memiliki produk tabungan mulai dari taplus anak, produk ini khusus untuk anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD hingga lulus SMA.

Jenjang setingkat diatasnya ada produk tabungan taplus muda. Produk ini ditujukan untuk para ramaja usia kuliah, jenjang usia mulai dari 17 hingga 25 tahun, diatasnya ada produk tabungan taplus bisnis, produk ini ditujukan untuk masyarakat umum.

Chief Executive Officer (CEO) BNI  Regional Palembang Siwi peni memiliki alasan, jika anak-anak sudah mengenal BNI sejak usia dini, maka ketika mereka dewasa dan memiliki usaha yang maju tentu tidak sulit bagi BNI untuk menggaetnya menjadi nasabah, sebab secara konseptual nama BNI sudah melekat pada anak.

Bukan hanya itu, BNI tentunya mengharapkan anak tersebut bisa menjadi nasabah BNI secara berkala, mulai dari taplus anak, taplus muda hingga tabungan umum seperti taplus bisnis. Pengenala tabungan secara berjenjang ini diyakini bisa menjadikan ikatan emosional anak lebih kuat dengan BNI.

Jika mengacu pada syarat untuk menjadi nasabah harus memiliki KTP, namun bagai anak-anak tentu bisa menggunakan data orang tua. Sifat dari taplus anak ini sebagai tabungan investasi untuk anak-anak bisa untuk tabungan pendidikan, kesehatan atau keperluan anak lainnya. Kebanyakan orang tua memang mengambil produk tabungan ini, menyisikan pendapatan untuk investasi masa depan anak.

“Terkadang jika sengaja membuka tabungan yang tujuannya untuk tabungan anak, sering tidak terkendali, ketika ada kebutuhan yang mendesak akhirnya tabungan yang semula ditujukan untuk masa depan anak akhirnya terkuras,” kata Siwi.

Tabungan taplus anak ini memiliki kelebihan ketika anak melakukan transaski tanpa sepengetahuan orang tua, maka akan ada pesan notifikasi yang masuk ke ponsel orang tua. Dengan pola ini tentu orang tua bisa mengontrol pengeluaran anak jika memang tabungannya diberikan secara langsung kepada anak. Pengeluaran uang untuk biaya anak tentu bisa dengan mudah mengontrolnya.

Bagi orang tua, dengan taplus anak ini tentu bisa mengajarkan kepada anak mengenai managemen keuangan. Sementara bagi BNI selain menjalankan peran sebagai bank yang memiliki kewajiban memberikan edukasi kepada anak, dari sisi bisnis juga dapat, meski jumlah tabungan anak memang masih kecil dibandingkan dengan tabungan biasa sumbangsinya masih minim.

“Kita hanya mengharapkan anak itu tau dan ingat kalau ada BNI, jika hal ini ditanamkan sejak usia dini, efeknya tentu mereka akan ingat hingga samapi ia dewasa nanti,” kata Siwi.

Di Palembang sendiri sumbagis taplus anak terhadap total nasabah BNI berkisar 5 persen, namun jika mengacu pada pencapaian tahun lalu, pertumbuhannya sudah mencapai 13 persen. Pola yang diterapkan BNI dengan melakukan jemput bola langsung ke sekolah. Sekolah yang sudah ada kerjasama akan didatangi langsung dan mengajak sisiwa untuk menabung di BNI, selain itu untuk dijaringan kantor, petugas BNI akan menawarkan produk taplus muda kepada nasabah yang datang unutk menabung bagi anaknya. Sejauh ini kata Siwi, pola ini cuku efektif untuk menarik minat nasabah khususnya dari kalangan pelajar.

Tabungan taplus muda memiliki kelebihan bisa melakukan transaksi melalui e-Banking, hal inilah yang membedakan taplus anak dengan tabunganku yang merupakan program Bank Indonesia, namun meski demikian BNI tetap mendukung program Bank Indonesia untuk membiasakan anak menabung sejak usia dini. “Kita mengharapkan adanya hubungan live banking partner kita bangun hubungan emosional nasabah sejak dini,” terang dia. (*)

LEAVE A REPLY