Gampang Asal Paham Standar Baku ,Sertifikasi Kuliner Halal

0
348

 

 RADAR PALEMBANG- Banyak pengusaha kuliner yang masih enggan mengurus sertifikasi halal untuk produknya, karena takut prosesnya sulit dan lama. Padahal, mengurus sertifikasi halal tidak sulit sama sekali dan termasuk cepat, asalkan tahu triknya.

Mengantongi izin tertulis tentang halal memang penting. Apalagi di negara mayoritas Muslim yang pastinya akan mencari segala sesuatu yang halal. Apalagi untuk produk makanan. Proses sertifikasi sebenarnya tidak berlangsung lama, asalkan pihak pengusaha sudah paham akan standar baku yang digunakan Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Hal ini dikatakan Lukmanul Hakim selaku Direktur LPPOM MUI saat ditemui secara ekslusif oleh Okezone di ruang kerjanya di Gedung Global Halal Centre,  Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 Agustus 2016. Dia menyebut, proses sertifikasi akan lebih cepat jika ada transparansi, terutama dari perusahaan yang mengajukan.

“Intinya saling terbuka, tidak ada dusta di antara kita. Dari perusahaan harus terbuka soal bahan baku, dari LPPOM juga terbuka soal prosesnya,” kata pria yang akrab disapa Lukman ini.

Lukman menjelaskan proses sertifikasi halal meliputi beberapa langkah mulai dari pendaftaran, list bahan baku, proses audit, evaluasi dan hingga akhirnya keluar sertifikat halal untuk produk atau restoran. “Ada langkah-langkahnya, kalau satu langkah clear maka lanjut ke tahap berikutnya, kalau ada yang harus diperbarui maka masih harus stuck di step itu sampai beres dan dianggap clear oleh petugas kami,” beber Lukman.

Halal adalah ketetapan yang harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak ada kata kompromi untuk status kehalalan. “Misalnya perusahaan punya produk keju maka harus dicari tahu standarnya keju halal di sini itu seperti apa. Kalau perusahaan sudah tahu maka prosesnya akan mudah dan cepat,” lanjut Lukman.

Lukman juga menegaskan halal adalah status keharusan, tidak boleh ada keraguan. “Di halal enggak boleh ada kata Insya Allah,” tandas Lukman. (ndr)

LEAVE A REPLY