FPK Sumsel dan OKP Kepemudaan Gelar Seminar Kebangsaan

0
455

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel bersama OKP pemuda di Sumsel  seperti pemuda tionghoa, PMKRI, PMII, Himpunan Pemuda Perantau Musi Rawas Utara (HPP Muratara), IPTNU menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Membangun peradaban modern dalam era globalisasi berdasarkan Pancasila” di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov. Sumsel.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel bersama OKP pemuda di Sumsel  seperti Ikatan pemuda Tionghoa  (IPTI) , PMKRI, PMII, Himpunan Pemuda Perantau Musi Rawas Utara (HPP Muratara), IPTNU menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Membangun peradaban modern dalam era globalisasi berdasarkan Pancasila” di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov. Sumsel. Kamis (30/3).

Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan , Joko Imam Sentosa. Seminar ini menghadirkan narasumber yakni Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Drs Joko Siswanto Msi, dan Anggota DPD RI Dapil Sumsel, Siska Marleni serta Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas , peserta seminar meliputi para mahasiswa dari berbagai universitas Sumsel  serta berbagai organisasi pemuda di Sumsel dan lain-lain.

Anggota DPD RI Dapil Sumsel, Siska Marleni mengatakan kalau adanya isu Suku Agama Ras Dan Antar Golongan (Sara) yang digunakan untuk kepentingan pilkada di Indonesia.“ Bagaimana menyikapi itu yang penting, untuk secara bijak dan cerdas menyikapi hal tersebut, mengendalikan emosi sehingga apa yang kita sampaikan , apakah yang kita lakukan kalau tidak bisa menyelesaikan setidaknya kita tidak memperkeruh situasi tersebut, “ katanya.

Isu sara menurut Siska sebagai wakil rakyat dirinya akan menyikapinya dengan bijak dan secara cerdas, termasuk masyarakat Sumsel. “ Kalau tidak bisa menyelesaikan hal berkaitan dengan bersinggungan dengan ukuwah negara kesatuan republik Indonesia, maka cara bijak dan cerdas ini adalah kita tidak memperkeruh situasi tersebut , menurut saya itupun sudah cukup membantu situasi menjadi lebih kondusif,” katanya.

Apalagi di era demokrasi , siapapun tidak bisa membatasi persepsi seseorang,” Mari kita semua untuk hal-hal menyinggung sebagai satu kesatuan NKRI ini bisa lebih menyikapi cara bijak dan cerdas dengan menahan diri , tidak memperkeruh situasi atau memperuncing situasi yang ada,” katanya.

Sedangkan Drs Joko Siswanto Msi  menilai peradaban adalah perubahan yang tidak bisa di hindari dan peradaban harus di maknai dengan bijak.“ Karena hal itu menjadikan manusia menyadari dari mana dia berasal,” katanya.

Sekretaris FPK Sumsel Ahmad Marzuki tujuan acara ini untuk memperkuat selain menambah  wawasan kebangsaan bagi pemuda juga kedepan mempererat persatuan dan kesatuan serta sinergi antara pemuda.“Jadi salah satu tugas FPK itu sesuai amanat pak Gubernur bahwa Sumsel dalam even Asian Games 2018 harus menciptakan situasi yang kondusif, harapannya pemuda tetap dalam kerangka NKRI, berjiwa ke bhinekaan , menangkal isu-isu yang sekarang berkembang ,” katanya.

Ketua IPTI Palembang Surya Tham menyambut baik kegiatan ini karena selain bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air juga bisa membina silaturahmi antar para pemuda. “Peserta yang hadir lumayan ramai, mereka berasal dari berbagai Organisasi kepemudaan  di Palembang. Jadi kita bisa memperatsilaturahmi,”ujarnya.

Plt Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, pemerintah Sumsel sangat menyambut baik seminar ini karna sangat bermanfaat khususnya bagi pemuda menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan kepada tanah air bangsa dan negara.

Menurutnya, Pemprov. Sumsel sangat mendukung  kegiatan seperti karena otomatis bisa memperat persatuan dan kesatuan yang berujung akan terus terjaganya kondisi yang kondusif di Sumsel.

“Sebentar lagi Sumsel akan menggelar even besar Asian Games, otomatis membutuhkan kondisi yang aman tentram dan damai. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini rasa persatuan dan kesatuan bisa terus tumbuh, lakukan seminar seperti ini dengan rutin dan silahkan gunakan tempat ini kapan saja dan gratis,” ujar Joko Imam Sentosa.(sep)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBRI Perkuat Layanan Premium
Berita berikutnyaHadirkan Kho Kun

LEAVE A REPLY