Februari Groundbreaking, Investor Cinde Lega

0
499

 

RADAR PALEMBANG, Setelah beberapa kali tertunda dan terbengkalai begitu saja, akhirnya Pasar Cinde dipastikan sudah bisa dibangun setelah keluarnya hasil kajian dari tim cagar budaya. Hal tersebut membuat PT Magna Aldiron Hero Grup selaku investor pengembang Pasar Cinde menjadi lega.

 

Kepala Cabang Aldiron Palembang, Raimar Yousnaidi mengatakan, dalam surat keterangan dari hasil kajian tim cagar budaya menyatakan bahwa pasar tersebut dapat dikembangkan. Sehingga proses pembongkaran bangunan yang sebelumnya sempat tertunda, kini sudahbisa dilanjutkan. “Kami selaku investor tentunya mengapresiasi hal ini. Dengan demikian ditargetkan pada Februari tahun depan dapat dilakukan groundbreaking pembangunan Plaza Aldiron Cinde,” katanya, Selasa (26/12)

 

Dikatakanya, dalam rekomendasi tersebut secara garis besar tidak akan merubah desain pembangunan. Hanya saja nantinya ada beberap item yang akan ditambahi atau lebih disempurnakan. “Seperti masalah tiang cendawan, yang sebelumnya total secara keseluruhan harus dipertahankan nantinya ada beberapa yang akan diganti atau dibuatkan replikanya. Sebab kondisinya memang dinilai tidak memungkinkan lagi,” katanya.

 

Kemudian, pengembang tetap akan mempertahankan fasad atau bagian depan bangunan yang ada. “Secara umunya masih tidak jauh berubah dengan desain yang ada saat ini,” katanya. Dia menambahkan, Aldiron Hero Grup sebagai pengembang mengatakan jika investasi yang ditanamkan untuk mengembangkan Plaza Aldiron Cinde ini sekitar Rp 450 miliar, dimana banguan tersebut akan terdiri dari 15 lantai. Mulai dari tradisonal modern, pusat grosiran, mini gallery, sentra ponsel, parking area, mini water park, dan apartemen

 

Staf Khusus Gubernur Sumsel yang menangani pengembangan Pasar Cinde, IGB Surya Negara mengatakan, Pasar Cinde kini secepatnya dapat mulai dibangun oleh pengembang, mengingat sudah keluarnya surat rekomendasi yang dibutuhkan. “Surat balasan dari Walikota Palembang ini sudah ditunggu-tunggu oleh Pak Gubernur. Jadi memang selama ini pembangunan tertunda karena menunggu surat tersebut,” katanya.

 

Menurut dia, dengan keluarnya surat tersebut maka segera dieksekusi pembangunannya. Maksud dilakukan eksekusi tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 yang berada dalam Pasal 85, 86 dan 87, dimana pemerintah boleh memanfaatkan cagar budaya. Dalam hal ini pemerintah memanfaatkan cagar budaya untuk sosial.

 

Dalam pengerjaannya, lanjut Surya, Cinde akan dibangun sesuai pedoman dari hasil kajian yang telah keluar tersebut, seperti menempatkan perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman untuk mengawasi pembangunannya sehingga sesuai dengan pedoman tersebut. “Pastinya nanti di Cinde tetap mempertahannkan cagar budaya. Untuk itu, nanti akan ada semacam ruang display yang menampilkan tentang Cinde dan tiang cendawan juga sedapat mungkin diamankan akan ditempatkan di mana begitu, sehingga ciri-cirinya masih ada,” katanya.(tma)

LEAVE A REPLY