Era Digital, Imbangi dengan Alquran

0
286
Inisiator Simak Alquran, Ustad H Ahmad Sobri Fadillah, Imam Besar Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo, Ustad H Nawawi Dentjik Al Hafidz dan Ketua Masjid Darul Falah, Syahroni menyaksikan kegiatan menghafal 30 juts Alquran

 

RADAR PALEMBANG, – Agar tidak terpengaruh dampak negatif dari perkembangan zaman yang serba digital saat ini, hendaknya diimbangi dengan memperbanyak membaca Alquran dan menjadikannya sebagai bagian dari sendi-sendi kehidupan. Untuk itu, menjadi kewajiban umat Islam untuk kembali aktif dalam membaca Alquran.

“ Di era digital dan kemajuan teknologi yang ada saat ini, tidak sedikit umat islam yang terpengaruh dan tidak lagi membaca Alquran dan sibuk dengan gadget ataupun ponselnya. Karena itu, melalui program Simak Alquran dan Tablig Akbar, saya ingin mengajak kembali semua masyarakat untuk kembali giat membaca Alquran,” ujar Inisiator Simak Alquran, Ustad H Ahmad Sobri Fadillah ditemui di sela-sela kegiatan di Masjid Darul Falah, Kelurahan Talang Jambe, kemarin (20/3) pagi.

Karena itu, melalui program ini, dirinya mengajak semua elemen umat Islam untuk kembali aktif membaca Alquran. Pasalnya, isi yang terkandung di Alquran tidak ada keraguan di dalamnya. Jadi melalui momentum ini, umat bisa kembali cinta dan menjadikan Alquran dalam pedoman kehidupan sehari-hari.

“ Kalau kita sudah cinta Alquran dan mengamalkan isi-isi yang ada dalam Alquran, kita akan senantiasa terhindar dari bala, bencana dan musibah. Sebab sebagaimana kita mencintai Alquran, Allah juga akan mencintai dan melindungi kita. Bayangkan bila ini membumi, Insya Allah ke depan Palembang terutama negeri ini akan selalu aman dan terhindar dari semua bencana,” tegasnya.

Imam Besar Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo, Ustad H Nawawi Dentjik Al Hafidz mengatakan, hal ini sebagai program yang positif dan tentu saja wajib diberikan dukungan penuh. Paling tidak, dari menyimak tadi, akan menumbuhkan perasaan ingin belajar dan pada akhirnya menjadi penghafal atau hafidz-hafidzah. Apalagi bila yang ikut ini semua kalangan baik tua, muda, dewasa, laki-laki dan perempuan akan semakin baik.

“Baik yang mendengar terlebih yang membaca Alquran sudah jelas mendapatkan pahala yang berlipat, termasuk yang melaksanakannya. Paling tidak, dari sini bis amenjadi penyeimbang dari perbuatan maksiat yang marak saat ini. Ini juga sekaligus sebagai upaya kita untuk membiasakan anak-anak untuk mempelajari Alquran dan lebih aktif dengan Alquran dibandingkan gadget. Harapan saya, dari sini akan terus lahir penghafal Alquran 30 juz termasuk hukum dan tajwidnya dengan baik,” terangnya.

Ketua Masjid Darul Falah, Syahroni mengungkapkan, ini sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus menjalin ukhuwah islamiyah dan silahturrahmi umat Islam. Sehingga dengan perbanyak baca Alquran, yang punya hajat bisa diperkenankan dan diijabah oleh Allah.“ Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yangbesar bagi kita semua. Apalagi bila kita mentadabburi Alquran dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah yang kita hajati akan terkabul. Bahkan ini menjadi salahsatu program masjid untuk melahirkan generasi islam yang berjiwa islami dan berlandaskan Alquran dan hadits,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY