Emas Bisa Rp1,2 Juta Per Gram

0
250
Emas yang dijual di Toko emas di kawasan pertokoan Megaria di Jalan Rustam Effendi Palembang. Kini harga emas baik itu emas mulia maupun perhiasan seperti kalung dan cincin mengalami kenaikkan harga yang cukup tinggi

RADAR PALEMBANG – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam pada Rabu (29/7) berada di Rp 1.013.000. Harga emas Antam ini turun Rp 9.000 per gram dari harga Selasa (28/7) di Rp 1.022.000.

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam menjadi Rp 910.000. Jika ditinjau dari 7 hari lalu (22 Juli 2020), harga emas Antam ini naik Rp 31.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 982.000.

Julio Riswan Saputra, Manager Analisa PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang mengatakan harga emas akan terus naik, termasuk komoditas emas. “Kemarin (awal pekan,read) break (level baru,read) di 1.921 per Troy ounce,”jelas dia kepada Radar Palembang.

Lalu, sambung dia, Selasa kemarin (28/7,read) tertinggi ke 1.981 per troy ounce. Memang, akui dia, disaat tren naik harga emas ada beberapa koreksi terjadi, itu lebih dikarenakan taking profit.

Tren kenaikan ini, kata Julio, sudah terlihat sejak komoditas emas berada di level 1.950 per Troy ounce. Naiknya harga komoditas emas ini, akui Julio, kondisi sekarang memicu fisik harga emas hingga Rp1 juta per gramnya.

Kedepannya, ia memprediksi peluang kemungkinan besar (naik,read) di angka 2.000 per Troy ounce. “Dengan resitance di level 2.035 atau 2.036 per Troy ounce dan support di angka 1.885. Karena disaat Selasa lalu tembus tertinggi 1.906 per Troy ounce dengan terendah 1.981 per Troy ounce-nya.”

Untuk pengaruhnya ke harga emas fisik, Julio memperkirakan harga komoditas emas di level 2.000 per Troy ounce ini di emas fisiknya bisa dikisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per gramnya, mengacu patokan harga emas Antam.”

Ia menambahkan untuk kondisi sekarang bagusnya posisi ambil beli, karena memang investor banyak posisi beli dan terus menyentuh level tertinggi. “Bahkan, Selasa lalu ada investor yang sekali trading untung Rp20 juta, karena kita advice (sarankan,read) posisi beli.”

Harga logam mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatatkan rekor baru harga tertinggi setelah kemarin, Senin (27/7/2020) berhasil tembus diagka lebih dari satu juta per gram atau persisnya Rp 1.005.973 per gram.

Selasa (28/7/2020) harga logam mulia naik Rp 25 ribu menjadi Rp 1.030 ribu per gram. Marketing Representative PT Antam Tbk UBBP Palembang, Imam Sutarwoko mengatakan harga logam mulia ini sudah lama dipreksi sejumlah pihak baik pengamat atau pakar bisnis dan kini benar menjadi kenyataan.

“Harga ini dipreksi masih akan terus melambung karena kondisi kondisi ekonomi yang belum pulih dampak Pandemi Covid 19 dan juga ditambah ketengangan Amerika – Tiongkok masih panas saat ini,” ujar Imam.

Imam mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi harga emas dunia selain ketersedian emasnya itu sendiri. Misalnya saja kondisi politik, ekonomi global hingga harga minyak dunia juga nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Meski harga melambung namun tidak terlalu banyak masyarakat menjual emas. Mereka cendrung menyimpannya karena tahu harganya akan kembali meroket.

Selain itu, karena butik hanya buka tiga kali sepekan saja dengan menerapkan protokol kesehatan maka penjualan online juga agak turun. Antam menyiasatinya dengan penjualan online setiap hari Senin-Jumat.

Sementara itu harga emas perhiasan per satu suku atau 6,7 gram dibandrol Rp 5,3 juta per suku. Harga tersebut belum termasuk upah pembuatan perhiasannya. Jual dihitung termasuk upah harganya Rp 5,4 juta per suku.

“Harga hari ini masih sama seperti kemarin Rp 5,4 juta dan buy backnya menyeusiakan dengan barang yang dikembalikan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu harga emas perhisan yang dijual di toko Emas Matahari di komplek Palembang Square (PS) sedikit lebih murah yakni Rp 5,2 juta per suku sudah termasuk upah pembuatan perhiasan. Harga jual kembali atau back back di bawah Rp 5 juta dan juga disesuaikan dengan jenis barang yang jual kembali oleh konsumen. (dav)

 

LEAVE A REPLY