Ekspor Sumsel Turun USD 27 Juta

0
202
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih,

RADAR PALEMBANG – Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan September 2020 sebesar USD 286,80 juta, turun 8,67 persen dibandingkan dengan ekspor Agustus 2020 yang sebesar USD 314,02 juta.

Artinya, dibandingkan Agustus maka nilai perdagangan ekspor turun USD 27,22 juta. Hal ini diungkapkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Triwahyuningsih, Kamis (15/10).

“Ekspor pada bulan September 2020 sebagian besar ditujukan ke negara Tiongkok sebesar USD 116,05 juta (40,46 persen), Malaysia sebesar USD 24,74 juta (8,63 persen) dan Korea Selatan sebesar USD 22,56 juta (7,87 persen),”jelas dia.

Lima komoditas utama ekspor dari Provinsi Sumatera Selatan yang terbesar pada bulan September 2020 adalah bubur kayu/pulp senilai USD 103,63 juta (36,13 persen).

Lalu, sambung dia, karet senilai USD 97,07 juta (33,85 persen), batubara senilai USD 32,93 juta (14,48 persen), kertas tisu USD 8,99 juta (3,13 persen), dan pupuk urea USD 7,04 (2,45 persen).

“Ekspor Provinsi Sumatera Selatan periode Januari – September 2020 sebesar USD 2.577,02 juta, turun 15,35 persen dibanding nilai ekspor periode Januari – September 2019 yang sebesar USD 3.044,37 juta,”ungkap dia.

Sedangkan, kata Endang, nilai impor Sumatera Selatan September 2020 sebesar USD 90,05 juta atau naik sebesar 24,36 persen jika dibandingkan impor bulan Agustus 2020 yang sebesar USD 72,41 juta.

Sebagian besar impor bulan September berasal dari negara Tiongkok sebesar USD 68,60 juta (76,18 persen), Kanada USD 4,66 juta (5,18 persen) dan Malaysia sebesar USD 3,01 juta (3,35 persen).

“Impor Provinsi Sumatera Selatan periode Januari – September 2020 sebesar USD 536,97 juta, naik sebesar 45,31 persen dibanding nilai impor periode Januari – September 2019 yang sebesar USD 369,53 juta,”katanya.

Jenis barang yang diimpor dengan nilai terbesar pada September 2020 adalah mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar USD 61,24 juta (68,01 persen), bubur kayu/ pulp sebesar USD 6,07 (6,74 persen), serta pupuk USD 4,79 juta (5,32 persen). “Total perdagangan luar negeri Sumatera Selatan bulan September 2020  surplus sebesar USD 196,75 juta,”ujar dia.(dav)

 

LEAVE A REPLY