Ekspor Sumsel Desember Naik 28 Persen

0
102
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Triwahyuningsih.

RADAR PALEMBANG – Nilai ekspor Sumatera Selatan Desember 2020 ini naik sebesar 28,36 persen dibandingkan ekspor bulan November 2020.  Akan tetapi, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (Januari – Desember 2019) ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 11,21 persen.

Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2020 sebesar USD 390,46 juta terdiri dari ekspor migas sebesar USD  14,81 juta dan USD 375,65 juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

“Gambaran perkembangan ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan, pada bulan Desember 2020 ekspor Sumatera Selatan sebesar USD 390,46 juta,”jelas Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyuningsih.

Nilai ekspor Sumatera Selatan Desember 2020 ini, kata Endang, naik sebesar 28,36 persen dibandingkan ekspor bulan November 2020. “Akan tetapi, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (Januari – Desember 2019) ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 11,21 persen,”jelas dia.

Jika dilihat berdasarkan Ekspor Migas dan Nonmigas ? Menurut dia, Naiknya nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2020 dibanding November 2020  sebesar 28,36 persen disebabkan oleh naiknya nilai ekspor nonmigas sebesar 27,71 persen, yaitu dari USD 294,13 juta menjadi USD 375,65 juta dan nilai ekspor migas naik sebesar 47,19 persen dari USD10,06 juta menjadi USD 14,81 juta.

Lalu, lanjut dia, Ekspor Nonmigas Menurut Komoditas Andalan, Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2020 sebesar USD 390,46 juta terdiri dari ekspor migas sebesar USD 14,81 juta dan USD 375,65 juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

Ia menambahkan, naiknya nilai ekspor nonmigas bulan Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor beberapa komoditi utama yaitu karet, bubur kayu/pulp, batubara, minyak kelapa sawit dan fraksinya, kayu/produk kayu, pupuk urea, dan bungkil dan residu.

Sedangkan komoditi utama lainnya yaitu kertas tisu, kelapa, dan produk farmasi (obat-obatan) mengalami penurunan nilai ekspor. Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari – Desember 2020 didominasi oleh komoditas karet sebesar USD 1.194,01 juta, diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai sebesar USD 1.082,94 juta, dan batubara sebesar USD 580,07 juta.

Menurut Negara Tujuan Ekspor Sumatera Selatan bulan Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 28,26 persen dibandingkan bulan November 2020. “Peningkatan nilai ekspor terjadi pada delapan negara tujuan utama yaitu Tiongkok naik sebesar USD 30,56 juta,”jelas dia.

Lalu, sambung dia, India naik sebesar USD 15,94 juta, Amerika Serikat naik sebesar USD 11,89 juta, Vietnam naik sebesar USD 6,32 juta, Jepang naik sebesar USD 2,93 juta, Jerman naik sebesar USD 1,41 juta, Kamboja naik sebesar USD 1,28 juta dan Korea Selatan naik sebesar USD 59,77 ribu.

Sementara itu, dua negara tujuan utama lainnya yaitu Malaysia dan Latvia mengalami penurunan nilai ekspor. “Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari – Desember 2020, masing-masing mencapai USD 1.311,80 juta, USD 326,68 juta dan USD 285,04 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 53,37 persen dari total ekspor periode Januari – Desember 2020.”

Ekspor ke negara-negara ASEAN pada Januari – Desember 2020 mencapai USD 676,19 juta atau mengalami penurunan sebesar USD 178,72 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Begitu juga, ekspor ke Uni Eropa mencapai USD 275,75 juta, mengalami penurunan sebesar USD 59,14 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019. (dav)

 

LEAVE A REPLY