Ekspor Migas Jeblok 37,47 Persen 

0
93

Sumsel Terbantu Ekspor Non Migas 

RADAR PALEMBANG – Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2020 sebesar USD 314,02 juta, naik 6,54 persen dibandingkan dengan ekspor Juli 2020 yang sebesar USD 294,75 juta.

“Nilai ekspor Sumatera Selatan Agustus 2020 sebesar USD 314,02 juta, atau naik 6,54 persen dibandingkan ekspor Juli 2020,”kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Triwahyuningsih, Selasa (15/9).

Ekspor pada bulan Agustus 2020 sebagian besar ditujukan ke negara Tiongkok sebesar USD 150,19 juta (47,83 persen), Malaysia sebesar USD 31,91 juta (10,16 persen) dan Korea Selatan sebesar USD 25,40 juta (8,09 persen).

Lima komoditas utama ekspor dari Provinsi Sumatera Selatan yang terbesar pada bulan Agustus 2020 adalah bubur kayu/pulp senilai USD 115,71 juta (36,85 persen), karet senilai USD 97,85 juta (31,16 persen), batubara senilai USD 45,38 juta (14,45 persen), pupuk urea USD 10,53 juta (3,35 persen), dan kayu/produk kayu USD 8,12 (2,59 persen).

Ekspor Provinsi Sumatera Selatan periode Januari – Agustus 2020 sebesar USD 2.290,22 juta, turun 17,12 persen dibanding nilai ekspor periode Januari – Agustus 2019 yang sebesar USD 2.763,42 juta.

“Akan tetapi, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (Januari – Agustus 2019) ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 17,12 persen,”jelas Endang.

Ekspor Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2020 terdiri dari ekspor migas sebesar USD 13,80 juta dan USD 300,23 juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

“Ekspor Migas dan Nonmigas, naiknya nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Agustus 2020 dibanding Juli 2020 sebesar 6,54 persen disebabkan oleh naiknya nilai ekspor nonmigas sebesar 10,10 persen,”ungkap dia.

Rinciannya, sambung dia, yaitu dari USD 272,68 juta menjadi USD 300,23 juta dan nilai ekspor migas yang turun sebesar 37,47 persen dari USD 22,07 juta menjadi USD 13,80 juta.

Naiknya nilai ekspor nonmigas bulan Agustus 2020 dibandingkan bulan sebelumnya disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor beberapa komoditi utama yaitu karet, bubur kayu/pulp, kayu/produk kayu, pupuk urea, kelapa, serta bungkil dan residu.

Sedangkan, menurut Endang, komoditi utama lainnya yaitu batubara, kertas tisu, minyak kelapa sawit dan fraksinya, serta produk farmasi (obat-obatan) mengalami penurunan nilai ekspor.

Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari – Agustus 2020 didominasi oleh komoditas karet sebesar USD 743,14 juta, diikuti oleh bubur kayu/pulp dengan nilai sebesar USD 674,04 juta, dan batubara  sebesar USD 395,59 juta.

Terkait Ekspor Menurut Negara Tujuan, kata Endang, peningkatan nilai ekspor terjadi pada enam negara tujuan utama yaitu Tiongkok naik sebesar USD 15,00 juta, Amerika Serikat naik sebesar USD 9,21 juta, Jerman naik sebesar USD 6,43 juta, Latvia naik sebesar USD 1,34 juta, Vietnam naik sebesar USD 1,29 juta, dan Korea Selatan naik USD 365,57 ribu.

Sementara itu, sambung dia, empat negara tujuan utama lainnya yaitu Malaysia, Kamboja, Jepang dan India mengalami penurunan nilai ekspor. “Negara Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari – Agustus 2020.”

Ia menambahkan, masing-masing mencapai USD 833,21 juta, USD 217,38 juta dan USD 187,40 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 54,06 persen dari total ekspor periode Januari – Agustus 2020.

Dimana, lanjut dia, dengan peranan ketiganya (tujuan utama ekspor,read) mencapai 54,06 persen dari total ekspor periode Januari – Agustus 2020.

Ekspor ke negara-negara ASEAN pada Januari – Agustus 2020 mencapai USD 448,55 juta atau mengalami penurunan sebesar USD 130,69 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Begitu juga, ekspor ke negara-negara Uni Eropa mencapai USD 156,18 juta, mengalami penurunan sebesar USD 76,03 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019. (dav)

 

LEAVE A REPLY