Ekonomi Sumsel Diproyeksi 6 Persen

0
742

RADAR PALEMBANG – Tahun 2015, Sumsel ketiban dana pemerintah dengan nilai lumayan tinggi. Tahun ini, infrastruktur penunjang kegiatan Asian Games secara besar-besaran dibangun. Ada sekitar total Rp 47,692 triliun dana pemerintah yang digelontorkan sepanjang 2015 untuk pengerjaan pembangunan di provinsi ini.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di 2016, berdasarkan proyeksi dari Bank Indonesia, perekonomian ditargetkan tumbuh dikisaran 5,6 – 6 persen. Angka ini sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunam Jangka Menengah Daerah) Provinsi Sumsel tahun 2013 – 2018, target pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 6,25 persen. Proyeksi tersebut didasari dengan mulai bergeraknya kegiatan investasi di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Api-api, dan dimulainya pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati Retnaningsih, Selasa (29/12) mengatakan, perekonomian Sumsel pada triwulan III 2015 tumbuh positif 4,89 persen (yoy). Angka ini, sambung dia, lebih besar dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 4,73 persen dan Pulau Sumatera sebesar 3,04 persen.

“Akhir tahun 2015 diproyeksikan oleh Bank Indonesia, Sumatera Selatan akan ditutup di level 4,8 – 5,8 persen. Sedangkan tahun 2016 perekonomian diproyeksikan akan bertumbuh 5,6 – 6,3 persen. Angka pertumbuhan tersebut akan disumbang oleh kegiatan infrastruktur dan investasi,” jelas Ekowati, dalam konferensi pers akhir tahun 2015 di Hotel Arista.

Ia menambahkan, pertumbuhan di akhir tahun 2015 didasari oleh meningkatnya realisasi belanja pemerintah di akhir tahun. Meningkatnya aktivitas pembangunan konstruksi baik bersumber pendanaan swasta, maupun kerjasama pemerintah swasta di Sumsel.

Anggaran pemerintah digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja publik yang terkait langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumber pendanaan pemerintah berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD kabupaten/kota. Total dana APBN, berdasar APBNP yang masuk ke Sumsel tahun 2015 sebesar Rp 14.099.550.000.000.

Total dana APBDP Provinsi sebesar Rp 7.270.193.275.658 (Rp 7,27 triliun) dari total dana APBDP dari 17 kabupaten dan kota (berdasar APBDP) sejumlah Rp 26.323.045.904.707 (Rp 26,32 triliun). Sehingga dana pemerintah yang dibelanjakan di Sumsel total sebesar Rp 47.692.789.189.365 (Rp 47,692 triliun).

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Selasa (29/12) mengatakan, sejumlah pekerjaan infrastruktur di Sumsel turut memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi di 2015. Mengingat, pembangunan infrastruktur strategis telah dimulai di 2015 antara lain, Light Rail Transit atau LRT, jalan tol 3 ruas dan jembatan Musi IV dan VI.

Pembangunan kereta api ringan atau LRT sepanjang 24,5 kilometer, pekerjaan konstruksi sudah dimulai November lalu oleh PT Waskita Karya dengan total investasi Rp 7,2 triliun, bersumber dana penyertaan modal negara atau PMN. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia no 116 Tahun 2015 tanggal 20 Oktober 2015 tentang percepatan penyelenggaraan pembangunn LRT di Sumsel, maka di akhir 2016 dihrapkan konstruksi bisa mencapai 79 persen. (dav)

 

LEAVE A REPLY