Ekonomi Belum Stabil, Omzet Pengepul Barang Bekas Menurun

0
352

 

RADAR PALEMBANG, RP- Penurunan omzet pengepul barang bekas wilayah Ki Merogan, kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati di sebabkan oleh faktor ekonomi yg belum stabil.

Penurunan omzet diperkiraaan enam sampai sepuluh juta perhari, dalam enam bulan yang lalu diperkirakan kisaran sampai lima belas jutaan yang di dapat.

Barang yang di dapat dari pengepul Kecamatan Kertapati itu yang secara langsung di jual oleh pemulung, dari pengepul- pengepul kecil, dan dari pencari- pencari gerobak.

Penjualan plastik itu kemudian di jual di tempat penggilingan, dan besi kepengepul yang lebih besar, sedangkan kardus itu di fress dulu ke pengepul yang lebih besar lagi kemudian mereka yang kirim.

Tempat pengoporan barang bekas seperti kardus itu di jual di daerah Gandus, sedangkan plastik di oper ke Karya Jaya, sedangkan besi itu di KM28.

” Keoptimisan yang menjanjikan setiap hari pasti ada dan mempunyai sirkulasi yang sangat bagus, dan harapan- harapan kedepannya agar ekonomi lebih membaik lagi, dengan adanya ekonomi lebih baik dan pemasukan yang lebih banyak biasanya barang yang beli atau yang di jual lebih banyak jadi sangat mempengaruhi ekonomi, ” ujar Adam selaku pengepul di daerah kertapati, kemarin (30/9).

” Di sambung Berhubung enam bulan terakhir ini ekonomi lagi turun imbasnya juga ke pengepul barang rongsokan.
Di sini pengepul menerima harga perkilo untuk kardus Rp 1.100 untuk sekarang ini, sedangkan untuk alumunium itu mencapai harga Rp 13.000 perkilo. Keuntungan nya kurang lebih sepuluh persen dari omzet, ” tuturnya kemarin saat di bincangi.

Selanjutnya Samin sebagai penjaga pengepul menjelaskan barang yang di dapat dari pengepul itu di jual di daerah Palembang, salah satunya itu di Gandus.
“Harapan kedepan untuk saat ini pengepulan untuk penjualan barang bekas lagi sepi, kalau bisa kedepannya menjadi ramai, diperkirakan pemasukan keuntungan perhari cuma mencapai sekitar Rp 250 ribu perhari, “tuturnya. (rd1)

LEAVE A REPLY