Dua Warga Keturunan Tionghoa Sumsel Ikuti Pendidikan Lemhanas

0
2060

 

 

PALEMBANG, RP – Adanya dua warga keturunan Tionghoa Sumatera Selatan Sasly Thamrin SE dan Andi Wijaya SH yang mengikuti pendidikan Lemhannas, (Lembaga Ketahanan Nasional) di tahun 2017 ini, disambut antusias oleh para tokoh Tionghoa Sumsel.

Pauzi Thamrin, tokoh masyarakat Tionghoa Sumsel mengaku bangga karena ini mungkin yang pertama bagi warga keturunan Tionghoa Sumsel yang mengikuti pendidikan Lemhanas ini. “Ini suatu yang luarbiasa,”ujarnya.

Menurut Pauzi, dua warga keturunan Tionghoa yang mengikuti pendidikan Lemhanas tersebut Sasly Thamrin SE mengikuti pendidikan regular selama 1 bulan sedangkan Andi Wijaya SE mengikuti pendidikan selama delapan bulan. “Untuk Sasly karena 1 bulan pendidikannya telah selesai sedangkan Andi masih dalam pendidikan,”katanya.

“Saya berharap setelah belajar mengikuti pendidikan Lemhanas ini keduannya bisa menerapkan ilmunya tersebut dalam membantu program-program pemerintah daerah baik itu Sumsel maupun kabupaten kota,”tambahnya.

Pauzi juga menjelaskan kalau pendidikan Lemhannas, adalah lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

“Dewasa ini.Lemhannas mampu membuktikan dirinya sebagai salah satu asset bangsa yang sangat berperan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Telah menjadi kenyataan yang tidak dapat dimungkiri, bahwa karya Lemhannas telah memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi perjalanan bangsa Indonesia,”katanya.

Menurut Pauzi, dari lembaga ini telah dilahirkan kader-kader pemimpin nasional yang potensial dan dari fungsi utama di bidang pengkajian telah menghasilkan konsep-konsep yang mewarnai kebijakan penyelenggaraan negara, antara lain konsep Geopolitik Indonesia diimplementasikan dalam doktrin Wawasan Nusantara dan Geostrategi Indonesia dalam doktrin Ketahanan Nasional serta Sistem Manajemen Nasional Indonesia yang pada perkembangannya telah disepakati bersama sebagai paradigma nasional dalam rangka Pembangunan Nasional.(sep)

LEAVE A REPLY