DPR  Terus Mendukung Program Sosialisasi Advokasi KIE dan KKBPK

0
343

RADAR PALEMBANG – BkkbN Sumsel Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI kembali menggelar Sosialisasi Advokasi dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi ) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), kegitan ini di gelar pada Rabu (13/3), bertempat di Desa Talang Bengkurat Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.

Kegiatan yang dihadiri lebih kurang 250 peserta yang merupakan warga desa sekitar berlangsung meriah. Hadir sebagai narasumber kali ini Mukminin SH, M.Si, selaku Sekretaris BkkbN Provinsi Sumsel, anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, SE, sebagai mitra kerja BkkbN

Disampaikan oleh Mukminin sosialisasi advokasi dan KIE ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan dalam pergerakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Sumsel.

“Di samping itu, juga bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan keterpaduan mitra kerja dalam melakukan Advokasi dan KIE di Sumsel, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga,” katanya,

Lebih jauh dijelaskan Mukminin Program KKBPK ini, sangat penting bagi keluarga, karena dapat melahirkan generasi yang berkualitas. “Program ini bukan hanya untuk perempuan, tapi juga untuk pria, karena melalui program ini, setiap kehamilan bisa direncanakan,” ujarnya.

Sementara itu dalam paparanya Irma mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi sepert ini. Menurutnya ini merupakan bentuk kontrol dari program KB oleh DPR RI khususnya komisi IX. Ia berharap program seperti ini dapat terus dilakukan, karena program ini merupakan bentuk pengawasan yang kongkrit dari DPR.

“Kami di DPR sangat mendukung program KKBPK ini, karena program ini juga dapat dengan mengatur jarak ibu melahirkan, sehingga pengendalian jumlah penduduk bisa terwujud,” katanya saat memberikan paparan kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE.

Menurutnya, jumlah penduduk harus dikendalikan. Jika tidak, maka satu rumah akan di isi oleh 3-4 kepala keluarga. Dan tentunya, kondisi ini akan berpengaruh teradap perekonomian, termasuk keluarga. “Jadi, jumlah penduduk harus dikendalikan agar hidup itu enak,” pungkasnya.(rel/Bot)

LEAVE A REPLY