Dodi-Giri Sengketakan Palembang dan Muara Enim

0
181

 

 

RADAR PALEMBANG– Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel nomor urut 4, Dodi Reza Alex – Giri Ramanda, akhirnya menempuh upaya sengketa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Melalui tim advokasi  menyerahkan permohonan sengketa tersebut ke Kantor Bawaslu Sumsel, dengan KPU Sumsel sebagai termohon. Pihaknya meminta pemungutan suara ulang (PSU) di Palembang dan Muara Enim.

Tim Kuasa Hukum khusus sengketa pemilihan Paslon Dodi-Giri, Mualimin SH, pihaknya menempuh upaya sengketa pemilihan ke Bawaslu, sebagai jalan untuk memeriksa ketidakjelasan masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kemudian pengangkatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Palembang dan Muaraenim, yang mencuat saat pleno rekapitulasi tingkat provinsi pada 8 Juli 2018 lalu.

“Dimana pihak KPU Sumsel tidak memberikan penjelasan, sehingga ketidakjelasan inilah yang kami jadikan objek sengketa. Terkait salinan DPT, faktanya memang tidak diberikan kepada saksi. Bahkan pengawas lapangan juga tidak menerima saat hari pencoblosan, padahal ini wajib menurut hukum,”kata Mualimin,¬† di kantor Bawaslu, Selasa (10/07) malam.

Mualimin menerangkan, dengan tidak diterimanya salinan tersebut, jelas sulit bagi saksi untuk memastikan pemilih yang hadir di TPS, benar atau tidak terdaftar. Tugas ini juga dibebankan kepada petugas KPPS, yang tujuannya agar tidak muncul kejadian pemilih mencoblos lebih dari sekali, atau jangan sampai yang tidak berhak lolos masuk ke bilik suara.

Kalau sudah begini ya semua pihak merugi dan demokrasi tercoreng. Kemudian PPK dan PPS di kota Palembang dan Muaraenim, dalam keputusan penetapannya hanya bertugas untuk pemilihan Walikota/bupati, lantas siapa yg bertanggungjawab untuk pilgub?

Terhadap dua masalah itu, urainya, maka Tim Kuasa Hukum khusus sengketa pemilihan Paslon Dodi-Giri, mengajukan sengketa pemilihan dengan menarik KPU Sumsel sebagai termohon yang bertanggung jawab atas Pilgub Sumsel ini.

“Kita minta Bawaslu Sumsel yang berwenang mengadili untuk menyatakan pemungutan dan penghitungan suara Pilgub di Palembang dan Muaraenim cacat dan batal demi hukum. Selanjutnya memerintahkan pemungutan suara ulang di dua daerah ini,” tukasnya.

Ditambahkan dia, dengan total pemilih mencapai 1,5 juta di dua daerah ini tentu berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara paslon jika PSU dilakukan. (zar)

 

LEAVE A REPLY