Doakan Keselamatan Bangsa dari Bencana dan Pandemi

0
333
pujabakti ritual Ceng Beng di Vihara Dharmakirti Minggu (4/3/2021)

 

RADAR PALEMBANG, Meskipun dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, warga Tionghoa dan Umat Budha yang ada di Kota Palembang dan sekitarnya tetap melaksanakan perayaan Ceng Beng. Tidak terkecuali Vihara Dharmakirti yang menggelar sembahyang Ceng Neng dan ritual pelimpahan jasa bagi para keluarga dan leluhur yang sudah lebih dahulu meninggal.

” Ceng beng sendiri merupakan salah satu tradisi yang sudah dilakukan oleh warga Tionghoa dan juga Umat Budha sejak ribuan tahun lalu. Hanya saja, ini mengalami sedikit perubahan dengan yang dilakukan selama ini. Apalagi di kondisi pandemi seperti sekarang ini, tentunya banyak yang memilih untuk melakukan sembahyang dan berdoa di rumah saja,” ungkap Pembina Yayasan Budhakirti, Drs Darwis Hidayat ketika dibincangi koran ini di ruang kerjanya, kemarin.

Masih katanya, sejak dua puluh tahun terakhir, yang awalnya ketika keluarga meninggal akan dikebumikan. Namun untuk saat ini, tidak sedikit yang mulai beralih dengan menyempurnakannya dengan cara dikremasi. Sehingga hal ini yang menyebabkan, Ceng Beng ini juga digelar di vihara termasuk Vihara Dharmakirti dimaksud. Terkait hal ini, bagi mereka yang akan melaksanakan Ceng Beng, pihaknya juga menggelar Ceng Beng tadi.

“Kalau bahasa awamnya itu disebut dengan Ceng Beng, namun di dalam ajaran Budha kita sebut dengan ritual pelimpahan jasa. Untuk itu, bagi warga yang keluarganya ingin didoakan, bisa mendaftarkan keluarganya tadi baik ini yang dikebumikan maupun di kremasi. Nanti, kita dari pihak vihara dipimpin langsung oleh YM Bhiksu Maithri Mahastavira membaca mantra-mantra dan doa-doa ke leluhur tadi. Selain itu, kita juga mendoakan agar bangsa dan negara ini bisa terhindar dari bencana dan pandemi segera berakhir,” ulasnya.

Karena sekarang masih pandemi, oleh karena itu pihaknya juga membatasi dari keluarga yang akan didoakan tadi untuk datang. Walaupun nantinya akan terpaksa datang, pihaknya mewajibkan untuk mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan (Prokes). ” Untuk keluarga cuma dibatasi maksimal dua orang saja. Kita tidak ingin hal ini jadi mengundang kerumunan orang,” tegas Darwis. (sep)

LEAVE A REPLY