DLHK Palembang Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzyme

0
297
suasana pembuatan Eco Enzyme yang dilakukan oleh DLHK Palembang Kamis (19/11/2020)

RADAR PALEMBANG – Setelah  9 Oktober 2020 lalu Dinas Lingkungan Hidup
dan Kebersihan  (DLHK) Kota Palembang  membuat  Eco Enzyme (EE). Kamis
(19/11/2020) DLHK kota Palembang kembali membuat  EE, namun  kali ini
berskala cukup besar  dimana  mengajak  18 UPTD,  komunitas  Eko Ezyme
Sumsel, Green Generation Palembang, Pegiat EE dan mahsiswa/wi dari
universitas  PGRI dan UMP.
“Iya kali ini kita mencoba membuat EE dengan skala cukup besar,”ungkap
Drs H  Alex Ferdinandus, M.Si,  kepala DLHK Palembang melalui Desy Elvianti, S.Pi,
M.Si Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas LH,
Kamis (19/11/2020).
Menurut Desy,  tujuan acara ini  selain untuk mendukung program
pemerintah kota Palembang  juga bisa memanfaatkan  sampah organic
untuk diolah menjadi suatu hal yang bermanfaat.
“Kita juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu peduli
dengan  lingkungan terutama dengan sampah baik itu organic maupun
sampah plastik. Mari kita jaga kebersihan lingkungan kita,”ujarnya.
Sementara itu, Dr Neni Rochyani dan Haris dari komunitas Eco Enzyme
mengatakan kalau EE adalah produk yang mampu untuk menyelamatkan bumi
dari kerusakan akibat gas metana yang berasal dari pembusukan bahan
organik (sayur dan buah).
“EE adalah produk hasil fermentasi yang berwarna coklat dan beraroma
fermentasi asam manis yang kuat dan memiliki banyak manfaat di
kehidupan sehari-hari,”ujarnya.
Manfaat EE  tersebut, sambung Dr Neni,  Pertama menjadi karbol alami
untuk kamar mandi dan wc serta mampu membersihkan lantai,
menghilangkan bau tidak sedap di kamar mandi tetapi sangat aman untuk
kulit sensitif atau alergi. Kedua, sebagai sabun cuci baju dan
memutihkan pakaian serta baju berwarna tidak akan
Rusak, ketiga sebagai pewangi dan pelembut pakaian, keempat sebagai
pupuk organik dan bisa membuat tanah gersang menjadi tanah yang bisa
ditumbuhi lagi. Kelima sebagai penghilang pestisida, herbisida,
insektisida, bahan kimia, logam berat, sel  parasit sampai 85% pada
buah dan sayur. Keenam,  pelawan 6 jenis kuman dan 4 jenis parasit.
Ketujuh, sabun cuci piring. Kedelapan, sebagai perontok kerak pada
panci. Kesembilan, pembersih alat dapur dan memasak. Kesepuluh
pembersih kaca, Kesebelas, pengurang radiasi pada barang-barang
elektronik. Duabelas, pemurni udara.  Tigabelas pelancar saluran pipa
pembuangan toilet maupun kitchen sink.
Empatbelas, campuran pada shampoo.Lima belas pereda infeksi kulit dan
alergi kulit. Enambelas obat antiseptic. Tujuh belas detoks tubuh,
Delapan belas, pembersih logam kuningan. “jadi sangat banyak sekali
manfaatnya,”katanya.
Dr  Neni juga mengatakan, bagi warga kota Palembang yang ingin
belajar membuat eco enzyme bisa  menghubungi Komunitas Eco Enzyme
Nusantara – PIC : Bp. Jokoryanto, WA +62-81238381783, FB : ECO ENZYME
NUSANTARA IG : @ecoenzymenusantara dan Komunitas Eco Enzyme Sumsel –
PIC : Bp. Haris, WA +62-8127889768. (sep)

LEAVE A REPLY