DLHK Minta Sampah Dikelola Mandiri

0
165
DLHK Minta Sampah Dikelola Mandiri

RADAR PALEMBANG – DALAM satu hari, sampah yang dihasilkan oleh pasar di Palembang sekitar 300 ton perhari. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang meminta kepada pasar tradisional secara mandiri mengelola sampahnya sendiri.

Imbasnya, akan ada penambahan pendapatan bagi pasar yang mengelola secara professional dan mandiri sampah yang dihasilkan. Selain banyak sampahnya, setiap hari, setidaknya armada untuk mengangkut sampah di pasar ada sebanyak 40 sampai 50 armada.

Kepala DLHK Kota Palembang, Alex Fernandus mengakui sangat kewalahan mengatasi sampah karena terbatasnya armada yang dimiliki. “Maka dari itu, saya meminta kepada pasar tradisional di kota Palembang secara mandiri mengelola sampahnya,” ujarnya kemarin.

Setiap hari, setidaknya armada yang diturunkan untuk pasar ada sebanyak 40 sampai 50 armada. “Setiap hari 40-50 armada diterjunkan hanya untuk pasar saja, sehingga kita terkendala untuk mengangkut sampah ditempat lain. Sedangkan jumlah armada saat ini hanya ada sekitar 80 armada. Setengahnya mengangkut sampah selain di pasar dan ini sangat tidak seimbang,” jelasnya.

Karena itu, kata Alex jika pasar mendiri mengelola sampahnya seperti punya TPS sendiri, bisa dikelola 3R (reduce, reuse, recycle), dan bisa mengangkut sampah ke TPA sendiri DLHK pasti sangat terbantu. “Jika sampah ini bisa dikelola sendiri juga seperti ada 3R kan bisa menghasilkan uang dan banyaklah yang bisa dihasilkan,” katanya.

Selama ini memang sering tidak bisa mengangkut sampah karena kekurangan armada sehingga masih terjadi penumpukan. Seperti di median jalan dan diatas jembatan di Kertapati masih banyak ditemukan tumpukan sampah yang dibuang oleh masyarakat. “Kita sangat sayangkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah di median jalan, diatas jembatan,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Pol PP akan menindaktegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan ini. “Masalah sampah ini memang tidak ada habisnya tapi kita selalu berupaya terus. Seperti membuang sampah ke sungai, median jalan, jembatan itu sangat dilarang,”ujarnya.

Kata Alex, menjelang Idul Adha kemarin juga volume sampah meningkat 30 hingga 40 persen. “Saat hari Sabtu lalu petugas kita kerja sampai jam 5 subuh karena sampah hasil rumah tangga meningkat menjelang lebaran. Tapi pasca lebaran ini kembali normal,” ungkapnya.

Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Syaiful mengakui memang sampah yang dihasilkan dari pasar memang setiap harinya banyak. Bahkan per hari satu pasar bisa mencapai 3 ton. “Setiap pasar beda-beda tapi memang kita tak bisa memungkiri volume sampah ini memang cukup banyak,” jelasnya.

Menurutnya, sampah yang ada di pasar ini bukan hanya dari pedagang saja tapi masyarakat juga turut membuang ke pasar. “Sampah di pasar itu bukan berasal dari pedagang saja tapi masyarakat juga buang karena itu wajar kalau banyak,” ungkapnya.

Untuk pasar yang memiliki pengelolaan 3R memang sudah ada beberapa tapi tidak semuanya. Seperti di pasar Gubah, 10 Ulu, modern Plaju, Pasar Induk Jakabaring yang sudah memiliki pengelolaan sampahnya. (spt)

 

 

LEAVE A REPLY