Diversifikasi SDA Modal Sumsel

0
210
Pisah sambut Pemimpin BNI Wilayah Palembang dari Dodi Widjajanto ke Sunarna Eka Nugraha

RADAR PALEMBANG – Pekan lalu, tepatnya Kamis (30/7/2020), Dodi Widjajanto, Pemimpin BNI Wilayah Palembang yang membawahi Area Sumbagsel resmi mendapatkan promosi di tempat barunya sebagai Pemimpin BNI Wilayah Bandung, dengan area kerja Jawa Barat.

Selama kurang lebih 2 tahun membawahi 5 provinsi, Sumatera Selatan, Lampung, Bangkulu, Jambi dan Bangka Belitung, pria yang sangat suka olahraga sepeda ini berkeyakinan provinsi yang berjuluk  Bumi Sriwijaya mempunyai keunggulan di bidang ekonomi untuk bangkit usai Covid 19.

Seperti diketahui, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan I-2020 terhadap triwulan IV-2019 mengalami kontraksi sebesar 0,02 persen. Sebanyak sembilan Lapangan Usaha mengalami kontraksi.

Hal ini tidak terlepas sebagai dampak pandemi covid-19 yang mulai merebak di Sumatera Selatan pada pertengahan Maret 2020. Kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang turun sebesar 7,91 persen, diikuti Lapangan Usaha Konstruksi yang turun sebesar 5,93 persen dan Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang turun sebesar 5,60 persen

Harian Radar Palembang berkesempatan untuk mewancarai langsung Dodi Widjajanto terkait potensi bangkitnya ekonomi Sumatera Selatan usai Covid 19 yang berimbas di segala sektor industri. Ternyata, ragam corak Sumber Daya Alam atau SDA yang dikelola selama ini sebagai keunggulan tersendiri bagi Sumsel tetap tumbuh posotif di saat pandemi Covid.

“Sumatera Selatan kita patut bersyukur, dobandingkan dengan daerah lain bahkan secara nasional pun dari beberapa waktu lalu, 2018 dan 2019 seingat saya PDRB (pertumbuhan ekonomi,read) masih lebih tinggi dari nasional, jadi selalu diatas rata-rata nasional,”jelas Dodi yang menjabat dari April 2018 hingga Juli 2020.

Ia menambahkan, itu artinya pertumbuhan ekonomi di Sumsel lebih tinggi dari nasional, dan di Sumatera pun angkanya (pertumbuhan ekonomi,read) juga paling tinggi. Kinerja tersebut, akui Dodi, hal ini tak lepas diversifikasi komponen yang berperan di sektor pertumbuhan ekonomi, kita ingat disitu ada pertanian, perkebunan kelapa sawit kemudian juga ada pertambangan, ada industri pengolahan.

“Ini jadi diversifikasi cukup baik, tentunya memang semua sektor ekomomi terdampak tapi ada beberapa sektor terdampak ringan, ada beberapa sektor terdampak cukup berat. Khusus unk pertanian, di Sumsel banyak sawah, padi dimana walaupun dalam kondisi Covid tetap (petani,read) melakukan aktivitas pertanian padinya. Jadi relatif cukup kuat dan tangguh,”kata Dodi.

Lalu, ada sektor unggulan Sumsel lainnya, Perkebunan, dimana turun ada andil mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi di tengah pandemi Covid 19. Menurut Dodi, memang untuk perkebunan sawit, relatif cukup kuat, produk turunan dari sawit ini banyak.

“Selain CPO (Crude Palm Oil,read), tak hanya minyak goreng, ada biodiesel. Untuk biodiesel, memang ada pengaruh (efek Covid 19,read), dimana ada pembatasan sosial, mobilitas masyarakat berkurang, tapi ada yang positifnya dari CPO kali ini,”kata Dodi. Seperti, sambung dia, turunan lain CPO adalah oil kimia, produknya hand sanitizier, sabun, kosmetik dan lain sebagainya. Di masa pemulihan pandemi Covid 19 ini, akui dia, kebutuhan hand sanitizier meningkat, sabun juga mengalami peningkatan.

“Beruntungnya disana, ada yang mengalami penurunan, disisi lain ada juga yang mengalami kenaikan dengan ditopang sektor lebih stabil agar tidak terjadi penurunan lebih tajam lagi,”ulas Dodi.

Sektor lain, dalam pengamatan Dodi, UMKM juga terbukti beberapa waktu lalu cukup tangguh menghadapi berbagai macam krisis, termasuk Covid 19 ini. “Tapi kita (perbankan,read) juga membantu usaha UMKM ini, kita menjalankan program pemerintah yakni restrukturisasi, sudah banyak kita restrukturisasi.”

“Mudah-mudahan bisa beri kelonggaran untuk pembayaran kewajiban kredit setelah masa penundaan kredit berakhir. Kita berharap mereka akan kembali aktivitas normal,”harap Dodi. Untuk itu, Dodi menegaskan, kita optimis kembali bangkit karena berbagai macam analisis dan prediksi, serta ahli ekonomi. Apalagi, lanjut dia, periode terberat di kuartal II yakni antara April hingga Juni sudah lewat.

“Di kuartal 3 ini, dampak covid masih ada tapi sudah reda, berkurang. Kenapa kok bisa begini? Karena kita sudah diberikan kebabasan (pembukaan PSBB,read) beraktivitas,”kata dia. PSBB yang diberlakukan beberapa waktu lalu, menurut Dodi, memang kita harus segera menghadapi dengan cepat melakukan penanganan (pemberlakuan PSBB,read), tapi melalui pembatasan itu, kita semua merasakan, tapi bagusnya akhirnya mencegah penyebaran virus corona.

“Bertahap lakukan kelonggaran,  kegiatan ekonomi bisa bangkit lagi tentu kita harus tetap ikuti protokol new normal cuci tangan, jaga jarak. Mudah mudahan dengan keadaan masyarakat yang baik serta kerjasama dan dukungan masyarakat sama sama bisa menanggulanginya,”ujar dia.

Adapun penggantinya, yakni Sunarna Eka Nugraha sebagai Pemimpin BNI Wilayah Palembang mengatakan Sumatera Selatan punya potensi yang bagus untuk maju dan berkembang. “Didukung dengan melimpahnya sumber daya alam, itu sebuah keunggulan,”ungkap dia.

Bahkan, disaat Covid 19 melanda, dirinya memuji Sumatera Selatan tetap mampu tumbuh positif dan angka cukup tinggi, termasuk di Pulau Sumatera. “Dengan kerja bersama, saya yakin Sumatera Selatan akan tetap membukukan kinerja positif, meski ada pandemi Covid 19,”ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY