Dinkes Palembang: Sudah 657 Nakes Divaksin

0
84
Ilustrasi Vaksin

RADAR PALEMBANG – Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat, selama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung sejak 14 Januari kemarin tercatat ada 102 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tertolak sehingga tidak bisa melaksanakan vaksinasi.

Dari jumlah sudah sebanyak 923 Nakes yang datang, tetapi hanya 657 yang selesai divaksin hingga saat ini, maka sisanya ada yang tertolak.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Palembang, dr Santy Mirza spKKLKP mengatakan, sebelum vaksinasi proses screening wajib dilakukan agar memastikan sasaran penyuntikan vaksin Sinovac dalam keadaan sehat.

Sasaran Covid ketika di screening sebelum suntik vaksin diberikan 16 pertanyaan, jika satu saja pertanyaan tercentang maka vaksinasi tidak bisa dilakukan atau tertunda.

“Jadi bukan karena mereka (Nakes) yang menolak vaksin, tapi tertolak karena ada beberapa alasan, seperti ada penyakit penyerta, kondisi hamil dan menyusui. Ini bisa saja tunda atau batal permanen jika memang kondisinya ada penyakit, seperti autoimun,” jelasnya.

Maka, setiap sasaran harus diskrening, dan pemeriksaan temperatur, tensi nadi juga dilakukan sebelum suntik vaksin, dan  menurut juknis untuk pasien DM perlu diperiksa HbA1c jadi penerima vaksin perlu menunjukkan hsl HbA1c begitupun jika ada penyakit – penyakit lain maka menyertakan hasil labor secara mandiri.

Plt Kepala Dinkes Palembang, Siti Fauziah menegaskan, terkait dengan isu dokter meninggal usai suntik vaksin covid bahwa yang bersangkutan hendak pergi kerja. “Tidak ada penolakan,” tegasnya saat dikonfirmasi terkait isu tersebut apakah membuat sasaran suntik vaksin menolak.

Juru Bicara Dinkes Kota Palembang, Yudi Setiawan menambahkan, terkait isu seperti itu dirinya belum dapat infonya apakah berdampak atau ada nakes yang menolak suntik.

“Semoga saja tidak ada. Karena hasil pemeriksaan dokter forensik RSMH, yang bersangkutan meninggal tidak ada kaitan dengan pemberian vaksin Covid-19,” pungkasnya. (Seg)

LEAVE A REPLY