Dibalik Suksesnya Sriwijaya FC Ada Peran Ucok Hidayat

0
443

 

RADAR PALEMBANG, Kesuksesan sebuah tim bukan hanya dari skuat yang memiliki skill terbaik, namun rapatnya komunikasi manajemen pun menjadi salah satu keberhasilan. Melakukan sejumlah perbaikan tim serta perombakan tim skuat hingga 80 persen. Membuktikan jika manajemen Sriwijaya FC, benar-benar melaksanakan pembenahan serius dalam musim ini.

Peningkatan yang terus tejadi mulai dari meraih posisi ketiga saat Piala Presiden 2018, hingga menyabet kemenangan pertama di Piala Gubernur Kaltim. Menambah koleksi piala Sriwijaya FC menjadi 22 gelar, hal ini merupakan awal kesuksesan skuat Laskar Wong Kito pada musim ini. Memulai latihan perdana dengan skuat baru pada 4 Desember 2017, hasil tren positif pun jelas terlihat. Peranan Ucok Hidayat inilah yang mendorong SFC melangkah maju sampai detik ini hingga merengkuh hasil yang lebih baik.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Radar Palembang mencoba menghubungi pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan ini. “Saya dari awal sudah berkomitmen, jadi saya jalankan bagaimana pun berat dan resikonya,”jelas dia.

Menurut Ucok, dalam sepak bola tidak bisa hanya terpaku pada hal-hal yang terjadi di lapangan saja karena sebenarnya faktor non teknis sangat berpengaruh besar untuk menentukan keberhasilan, seperti menu latihan, istirahat, dan gizi pemain.

“Bukan hanya itu saja, situasi dan kondisi tim ini juga harus terus dijaga. Pemain harus bisa bangkit meskiĀ  habis menelan kekalahan. Itu sebenarnya inti yang harus saya kerjakan sebagai manajer. Konsekwensinya, saya harus terus mendampingi tim, harus bisa bagi waktu karena saya juga punya kesibukan sebagai birokrat,” kata Ucok.

Terlepas dari berbagai suka maupun duka yang dialaminya selama mendampingi tim sejak menggantikan manajer sebelumnya Narsun Umar di pengujung musim 2017, Ucok pada dasarnya cukup menikmati pekerjaannya ini. Meski Ia harus bolak-balik Palembang-Balikpapan untuk mendampingi tim selama dua pekan bertanding di Turnamen Pra Musim Piala Gubernur Kaltim.

“Saya termotivasi karena apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan untuk saya secara pribadi, tapi sebenarnya untuk rakyat Sumatera Selatan. Jika Sriwijaya bisa juara, semua rakyat Sumsel tentunya bangga,” tegasnya.

Sementara itu, perjalanan Sriwijaya FC yang pernah mengalami masa paceklik di tiga tahun terakhir. Dijadikan Ucok sebagai motivasi bangkitnya mental juara skuat laskar wong kito. Apalagi diketahui prestasi terakhir hanya sebatas juara kedua Piala Presiden edisi tahun 2015.

Hal tersebut memicu terlaksananya perombakan besar-besar dalam skuat tim. Sebab, manajemen klub mengusung target juara Liga 1 dan meraih tiket ke AFC Cup. Ucok juga menambahkan, gelar juara dan kemenangan tersebut bukan semata-mata hanya kerja keras tim dan para pemain, namun dukungan dan doa dari para pecinta Sriwijaya FC juga sangat berpengaruh.

“Jadi saya berharap, serta mengajak para pecinta Sriwijaya FC, mari kita dukung Sriwijaya FC baik menang dan kalah. Dampingi SFC kala bertanding, jadikan pecinta SFC pelecut semangat para pemain. Dengan besar harapan tercapainya hasil terbaik dari kehadiran skuat “The Dream Team”” pungkasnya.(fen)

LEAVE A REPLY