Di Balik Keterbatasan Hasilkan Karya Cemerlang

0
289

RADAR PALEMBANG – Komunitas adalah suatu kelompok di dalam masyarakat, dimana para anggotanya memiliki kesamaan  minat, profesi,  hobi, dan lainnya. Salah satunya adalah komunitas Warno Warni yang terdiri dari orang-orang pecinta seni rupa terutama seni lukis.

Yolanda, Founder sekaligus Ketua komunitas Warno Warni mengemukakan, komunitas ini dibentuk untuk semua kalangan, mulai dari remaja, dewasa, ibu rumah tangga, pelajar, karyawan, PNS, guru, wirausaha, dan adik-adik disabilitas fisik, serta anak-anak panti asuhan.

“Awalnya, komunitas ini  diperuntukkan bagi ibu-ibu yang ingin melakukan hal positif di waktu senggang. Seiring waktu, komunitas ini semakin maju dan berkembang serta dikenal banyak orang. Banyak yang ingin bergabung menjadi anggota,” jelas Yolanda saat dibincangi, Selasa (19/11).

Namun, tidak semua serta merta bisa menjadi anggota. Menurut Yolanda, syarat untuk menjadi anggota adalah,wajib menghasilkan karya lukis yang dilakukan dengan pelatihan dalam dua kali pertemuan selama seminggu untuk sama-sama melukis.

“Saya ingin mengajak sebagian pecinta lukis yang ada di Palembang untuk lebih bersemangat lagi di bidang seni lukis. Dengan adanya komunitas Warno Warni ini mereka bisa menghasilkan karya terbaik seni melukis tidak hanya dari media kanvas saja. Akan tetapi bagaimana mereka bisa menggunakan media seperti tas, baju, sepatu, talenan, bahkan dinding untuk menghasilkan sebuah karya lukis yang indah,” tuturnya.

Komunitas yang dibentuk pada tanggal 14 Februari 2019 ini mempunyai kurang lebih sekitar 25 orang anggota aktif. “Pada dasarnya Warno Warni mempunyai prinsip, hanya anggota yang benar-benar mau aktif saja dan menghasilkan karya lukis yang tergabung disini,” jelasnya.

Walau komunitas ini belum berjalan setahun, hal yang sangat disyukuri oleh Yolanda adalah, komunitas Warno Warni acap kali diundang dalam berbagai pameran. Tercatat beberapa pameran yang pernah diikuti komunitas ini mulai dari pameran yang bertema ‘Kartini’ di Griya Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, pameran UMKM se-Sumatera Selatan di gedung Dekranasda, pameran di hotel Aryaduta, sertap pameran dan melukis Batik bersama Warno Warni di The 101 Hotel Rajawali.

“Alhamdulillah, ini merupakan suatu kebanggaan  bagi kami terutama bagi adik-adik disabilitas fisik dimana mereka bisa menunjukkan hasil karya mereka yang luar biasa,” tutupnya. (hen)

LEAVE A REPLY