Dewan Semprot DLHK

0
278

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Saat ini masalah sampah di Kota Palembang tidak pernah ada habisnya. Belum selesai masalah penumpukam sampah yang belum bisa diatasi. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, kembali dihadapi oleh persoalan yang harusnya menjadi hal utama yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Dalam rapat yang dilaksanakan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama DLHK Kota Palembang, Selasa (7/8), ternyata terkuak jika, sudah empat hari melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan.

Hal itu sangat disayangkan Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Ali Sya’ban, apalagi alasan penutupan TPA Sukawinatan karena perhelatan Asian Games, sangat tidak masuk diakal.

“Kepala DLHK Palembang sangat menganggap enteng persoalan sampah. Padahal kita ini akan menjadi tuan rumah event internasional Asian Games. Artinya, akan banyak tamu asing yang datang. Sedangkan masalah sampah ini tidak bisa diselesaikan oleh DLHK sebagai OPD yang bertanggung jawab,” ujarnya kemarin.

Dia mengatakan, akan melakukan sidak ke lepangan terkait persoalan TPA Sukawinatan yang ditutup selama empat hari ini.”Kita akan cek,  apakah benar TPA Sukawinatan sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Bahkan Saat ini Palembang memiliki dua TPA, pertama Sukawinatan dan TPA Karya Jaya. Selama ini memang sampah diangkut dan dibuang ke TPA Sukawinatan.

Sementara, untuk TPA Karya Jaya jarang digunakan. Karena, jika sampah Diangkut ke TPA Karya Jaya maka jaraknya terlalu jauh. Apalagi volume sampah yang diangkut mencapai 800 hingga 900 ton tiap harinya.”Benar apa yang dikatakan Pj Walikota, ini harus dicek. Kami akan cek peralatan mulai dari alat berat hingga armada, apakah masih memungkinkan atau tidak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Palembang, Faizal AR mengatakan, penutupan dilakukan karena lamanya kendaraan antre saat melakukan pembuangan sampah di TPA Sukawinatan. Sehingga kendaraan kerap kali memanjang dan menyebabkan kemacetan. Sedangkan armada pengangkut sampah harus dua sampai tiga kali sehari mengangkut sampah.

Dengan adanya antrean ini,  kendaraan pengangkut sampah hanya mampu sekali sehari.  “Kapasitas penuh,  kendaraan antre lama sedangkan kita banyak sampah yang harus di Angkut,” katanya.

Karena kapasitas TPA Karya Jaya, membuat armada bisa bolak balik mengangkut sampah. Dan tak perlu lagi ada antrean. “Jelang Asian Games kita harus terus melakukan pengangkutan sampah,  jangan sampai ada sampah yang menumpuk lagi,”pungkasnya.(spt)

LEAVE A REPLY