Deteksi Dini Kanker Serviks 

0
399

RADAR PALEMBANG – Sebanyak 100 orang perempuan sudah menikah dengan usia mulai dari 30 sampai 50 tahun mengikuti deteksi dini penyakit kanker leher rahim (serviks) yang dilaksanakan di aula Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja. Kegiatan yang dilaksanakan  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan OKU Timur ini dihadiri langsung oleh Ketua GOW OKU Timur, Lilik Setio Rini.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur H Zainal Abidin melalui Kabid P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Umaidah Kosim mengatakan, kegiatan pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka deteksi dini dan pencegahan kanker serviks di Kabupaten OKU Timur.

“Ini merupakan upaya penanggulangan promotif dan preventif. Upaya promotif kita lakukan penyuluhan dan upaya preventif melalui tes IVA (screening). Tujuannya untuk menurunkan angka kematian wanita akibat kanker rahim atau serviks,” ujarnya.

Dijelaskan Umaidah, tes IVA (inspeksi visual asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang juga bisa digunakan sebagai pendeteksi pertama. Jika dibandingkan dengan pap smear, tes IVA cenderung lebih murah karena pemeriksaan dan hasil diolah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium.

“Jadi tes IVA menggunakan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya akan langsung ketahuan, apakah seseorang dicurigai memiliki kanker serviks atau tidak. Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk membiasakan hidup CERDIK (Cek berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup dan Kelola stres) serta melakukan IVA berkala satu tahun sekali.

“Ke depan diharapkan faskes primer (Puskesmas) yang ada si OKU Timur sudah bisa melakukan pelayanan ini secara kontinyue. Target kita tahun depan sudah berjalan di setiap Puskesmas,” pungkasnya. (awa)

LEAVE A REPLY