Deru : Demo Dimanfaatkan Oknum

0
288

 

**Adanya Protes Larangan Angkutan Batubara

 

RADAR PALEMBANG  РDesakan masyarakat untuk menertibkan angkutan batubara melalui jalan umum dan dicabutnya peraturan gubernur soal kompensasi angkutan batubara melalui jalan umum yang dikeluarkan Gubernur Sumsel terdahulu mendapatkan apresiasi masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Bahkan Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan DPRD Muara Enim mengapresiasi langkah yang diambil Gubernur Sumsel, H Herman Deru untuk mencabut Pergub Sumsel terdahulu dan menstop angkutan batubara melalui jalan umum.

“Saya menjabat gubernur merupakan amanah dari rakyat. Aspirasi masyarakat harus diakomodir. Saya sendiri merasakan langsung dampaknya. Kalau ke Palembang dari Muara Enim atau Belitang itu biasa lebih 5 atau 6 jam, sekarang sudah lancar. Itu sudah 10 tahun ini rakyat menderita akibat angkutan batubara,” ungkap Deru, pada pidato peringatan HUT Kabupaten Muara Enim ke-72 di DPRD Muara Enim, kemarin(22/11).

Dikatakan Deru, berhasilnya semua ini atas dukungan masyarakat dan kepolisian. Keputusan itu dibuat untuk memenuhi janji sewaktu berkampanye dulu bila terpilih sebagai Gubernur Sumsel. “Batubara melalui jalan umum sudah dicabut dan masyarakat sekarang bisa menikmatinya karena transportasi lancar,” jelas dia.

Beberapa waktu lalu, kata Deru, ada sekelompok massa berdemo di Palembang meminta agar diberikan kompensasi lagi melalui jalan umum yang mengatasnamakan sopir truk. Akan tetapi, aspirasi itu seperti hanya dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang mendapat manfaat dari angkutan batubara melalui jalan umum.

“Sekitar 100 orang yang mengatasnamakan sopir truk batubara. Saya sederhana saja, mereka tahu aturannnya ndak, terus ada SIMnya nggak kalau memang dari sopir, terus kalau dari tambang IUPnya masih berlaku nggak,” kata dia.

Untuk itu, pungkas Gubernur, dirinya tetap meminta dukungan dari semua elemen masyarakat yang mendesak melakukan penyetopan angkutan batubara melalui jalan umum dan menertibkannya agar mau melalui jalan khusus jika mau tetap beroperasi.

“Saya merasa langkah saya didukung masyarakat, pemerintah kabupaten/kota yang dilalui juga mendukung dan begitu juga legislatif di seluruh kabupaten/kota juga mendukung. Kalaupun ada yang menolak keputusan itu hanya segelintir orang saja dan mempunyai kepentingan atas angkutan batubara itu. Saya sempat juga didesak Walikota Prabumulih, pak Ridho yang masih keluarga Pak Wagub dan meminta agar tidak terpengaruh oleh sekelompok pengusaha batubara yang mencoba melobi saya. Saya lebih suka martabat daripada cuma martabak,” seloroh Deru.

Selain itu, kata Deru, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung rencana program Pemprov Sumsel untuk mengembalikan Sumsel sebagai lumbung pangan dan energi nasional. Bahkan, direncanakan Sumsel akan mendapatkan alokasi pengelolaan 500.000 hektar lahan rawa menjadi lahan produksi pertanian dari kementerian pertanian dan biaya ditanggung pemerintah pusat.

“Kita kerja lagi target kita Sumsel sebagai lumbung pangan tercapai, sekarang ini rangking ke 5 di Indonesia. Jika ingin menurunkan angka kemiskinan, maka jawabannya adalah dengan pertanian. Saya ditelpon Menteri Pertanian, dan saya tanya alokasi Sumsel berapa hektar. Dijawab pak Menteri, selagi kabupaten sanggup mengelolanya, maka akan dialokasikan,” pungkas Deru. (yan)

 

LEAVE A REPLY