Dengan BSB Mobile, Transaksi Jadi Mudah 

0
243
Pegawai BSB Prioritas sedang menunjkan layanan e-channel yang merupakan salah satu opsi bagi masyarakat untuk tetap melakukan aktivitas keuangannya ditengah wabah Corona Virus Disease 19

RADAR PALEMBANG  – Layanan e-channel merupakan salah satu opsi bagi masyarakat untuk tetap melakukan aktivitas keuangannya ditengah wabah Corona Virus Disease 19 atau Covid – 19 melanda dunia. Salah satunya, BSB Mobile dengan fitur lengkap, siap melayani kebutuhan nasabah.

Pemimpin Satuan Pemasaran Bank Sumsel Babel, M Iqbal Permana, Jumat (20/3) mengajak nasabah memakasimalkan layanan e-channel banking. “Apalagi, saat ini ada virus corona, untuk transaksi keuangan, nasabah bisa menggunakan BSB Mobile,”kata Iqbal.

Dengan menggunakan BSB Mobile, semua fitur transaksi keuangan sudah lengkap, nasabah bisa transaksi apa saja, kalau mau isi saldo dompet digitalnya, isi pulsa, atau bahkan transfer uang termasuk pembayaran angsurannya bisa menggunakan fitur yang ada di BSB Mobile.

Saat ini, masyarakat sudah banyak menggunakan dompet digital, untuk aktivitas sehari-hari, ada Ovo, Linkaja, Go Pay, Dana, Doku dan lainnya. “Kalau ada nasabah menggunakan dompet digital, maka tinggal top up pakai BSB Mobile saja, mudah dan cepat, serta aman,”kata dia kepada Radar Palembang.

Apalagi, saat ini virus corona mewabah di banyak negara, pengguna e-channel banking merupakan langkah aman dalam bertransaksi. “Kita juga bisa membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona, tetap nasabah kita himbau selalu jaga kesehatan,”ulas Iqbal.

Dompet digital merupakan sebuah layanan uang elektronik yang berbasis aplikasi untuk melakukan berbagai transaksi nontunai dengan mudah dan praktis. Beli pulsa/data, bayar merchant, bayar tagihan, kirim donasi, kirim uang hingga bayar asuransi dan mengajukan pinjaman.

Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Palembang A Rivai Faisal Fachrurrozi melalui Wakil Pemimpin Bidang Pelayanan Bank Sumsel Cabang Palembang A Rivai, Hidayat, Jumat (20/3).

“Menyangkut e-channel, kebijakan OJK itu baik lembaga, perusahaan atau masyarakat perorangan bisa melakukan transaksi gerakan non tunai, salah satu medianya yakni digital banking,”kata dia kepada Radar Palembang.

Ia menambahkan, ragam layanan digital banking itu ada SMS banking, internet banking hingga mobile banking lainnya. Nah, sambung Hidayat, nasabah bisa melakukan transaksi keuangannya dimana saja, kapan saja dengan sangat mudah.

Apalagi, saat ini pemerintah menerapkan himbauan untuk membatasi aktivitas di luar rumah terkait wabah Covid – 19 atau Corona Virus Disease 19. Tentu saja ada juga himbauan bekerja dari rumah atau work from home mencegah penyebaran virus corona.

Karena itu, akui dia, Gerakan Non Tunai harus terus disosialisasikan ke masyarakat. “Yg jelas manfaatnya banyak, mudah bertransaksi, lebih efisien karena tak perlu keluar rumah dan hemat (waktu dan uang,red).”

Sebagai contoh, lanjut dia, kirim uang atau transfer lebih mudah dengan e-channel banking, seperti dengan menggunakan SMS banking bisa maksimal transfer Rp15 juta, internet banking hingga Rp100 juta.

Bisa juga, sambung dia, e-channel menggunakan kartu ATM, tergantung jenis kartu nasabahnya, kalau yang warna biru maksimal sehari Rp5 juta, untuk yang gold bisa Rp10 juta dan jenis kartu platimun maksimal Rp25 juta.

Selain itu, Bank Sumsel Babel juga tetap melayani transaksi nasabah jika mau ke kantor, baik cabang utama, cabang pembantu hingga kantor kas. Mengikuti arahan pemerintah, bank pembangunan daerah ini juga menerapkan standar kesehatan di kantor layanannya.

Tampak dalam pantauan Radar Palembang, Jumat (20/3) pagi, setiap petugas kantor cabang Palembang A Rivai, Bank Sumsel Babel menggunakan masker dan sarung tangan. Tak lupa, nasabah yang datang juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh security di pintu masuk.

Dan, setiap nasabah yang masuk serta akan keluar usai bertransaksi diminta menggunakan hand sanitizier disiapkan di meja security. “Standar operasi manajemen sudah ada untuk antisipasi, bagaimana kita meminimalkan pandemik konflik ini baik di kantor, internal (pegawai,red) dan nasabah,”jelas dia.

“Bisa kita lihat front liner (menggunakan sarung tangan dan masker,red), hal bersifat pencegahan, tidak lakukan kontak fisik berlebihan, kita membatasi. Kita juga menggunakan sensor suhu dan hand sanitiezer,”ungkap dia.

Namun, kesemua itu tak mengurangi kualitas layanan nasabah di kantor bank, hal ini lebih kepada mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan virus corona. “Sampai ketetapan pemerintah Indonesia menyatakanp bebas corona,”ujar dia. (dav)

 

 

 

LEAVE A REPLY