Demokrat, Lindungi SBY

0
710

Klarifikasi “Soal Walkout”

 

RADAR PALEMBANG – Setelah mendapat kritikan dan caci maki publik yang masif, Partai Demokrat berusaha mengklarifikasi terkait aksi walk out ketika pengesahan RUU Pilkada dilakukan. Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan berusaha melindungi Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan mengatakan, SBY tidak pernah menginstruksikan agar meninggalkan rapat paripurna (walk out) pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada), Kamis (25/9). Karena itulah, seluruh pihak diminta tidak menyalahkan SBY.

“Pak SBY tidak tahu dan setelahnya kami laporkan ke beliau. Sangat keliru kalau salahkan SBY karena instruksikan walk out,” kata Syarief dalam jumpa pers di Kantor DPP PD, Jakarta, Senin (29/9).

“Fraksi PD berkesimpulan pilkada dengan 10 perbaikan tidak dapat dukungan secara resmi, sehingga ketua fraksi ambil inisiatif untuk putuskan walk out,” ujar Syarief.

Keterangan Syarief ini berbeda dengan pernyataan elite PD pada Jumat (26/9). “Pak SBY sudah tahu (FPD walk out). Sudah ada koordinasi dengan Pak SBY. Saya sempat menanyakan itu (restu SBY atas walk out),” kata Juru Bicara DPP PD Ruhut Sitompul kepada SP di Jakarta, Jumat (26/9).

Seperti diketahui, FPD memutuskan untuk walk out dari paripurna pengesahan RuU Pilkada. Pasalnya, opsi ketiga yang diusulkan FPD yakni mendukung mekanisme pilkada langsung dengan 10 catatan perbaikan, tidak didukung oleh seluruh fraksi.

Aksi walk out disesalkan oleh sejumlah fraksi, di antaranya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P). Sebab, FPDI-P sudah menyepakati usul ketiga FPD diakomodir dalam pengambilan keputusan. Namun, FPD berharap opsinya disepakati seluruh fraksi.  “Pak SBY sudah tahu. Kami tidak pernah lakukan sesuatu di luar keputusan partai,” kata Wakil Ketua Umum DPP PD, Max Sopacua. (C6/rel)

 

LEAVE A REPLY