Debitur Bank Mandiri Ajukan Restrukturisasi

0
319
Sebuah sekat memisahkan jarak teller Bank Mandiri Cabang Pagaralam dengan nasabah

RADAR PALEMBANG – Pandemi Covid-19 membuat penghasilan debitur yang mengambil kredit di Bank Mandiri menjadi berkurang. Mereka pun mengajukan restrukturisasi-perubahan perjanjian pinjaman- kepada Bank Mandiri.

Manajer Bank Mandiri Cabang Pagaralam, Yudi Adi Prabowo mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan para debitur yang mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebab, sejak pandemi ini melanda, penghasilan mereka rata-rata menjadi menurun. “Debitur ini ada yang merupakan pengusaha menengah dan kecil,” ujar Yudi kepada koran ini, kemarin.

Dikatakan Yudi, kondisi itu membuat tak sedikit debitur KUR Bank Mandiri datang untuk mengajukan permohonan restrukturisasi. Mereka merasa tak sanggup mencicil kredit karena penghasilannya berkurang. Pihaknya lanjut Yudi, menerima dan mencatat permohonan ini untuk kemudian diajukan kembali ke pimpinan pusat Bank Mandiri. Ini karena restrukturisasi sendiri merupakan program pemerintah. Dan Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) sudah menerbitkan aturannya. “Nanti akan turun surat perjanjian kredit baru,” tutur Yudi.

Lebih lanjut dikatakan Yudi, isi perjanjian kredit baru antara debitur yang satu dengan yang lainnya berbeda. Ini karena kondisi tiap debitur pasti berbeda. Karenanya bisa saja nanti ada debitur yang dapat restrukrisasi kredit sampai setahun. Artinya debitur ini boleh tak mencicil kredit sampai setahun. “Prinsipnya akan kami upayakan restrukrisasi untuk debitur. Tapi dalam proses pemberiannya kami tetap akan teliti,” ucapnya seraya menambahkan dana KUR yang digelontorkan Bank Mandiri maksimal Rp 500 juta dengan jangka waktu kredit sampai lima tahun. (edi)

 

 

LEAVE A REPLY