Dari tak Sengaja Hingga Jatuh Bangun

0
568

 

RADAR PALEMBANG – Perkembangan atlet muda hingga kini terbilang masih kurang terekspos di publik. Padahal sebenarnya jika kemampuan mereka terus dilatih dapat menjadi salah satu kebanggaan sendiri bagi daerah dan negaranya.

Parizka Safitri, seorang gadis beranjak dewasa dan kini sedang menggeluti olahraga silat. Tapak suci adalah salah satu aliran pencak silat. Tergabung dalam persyarikatan Muhammadiyah. Tapak suci juga merupakan bagian dari ortom Muhammadiyah.

“Saya ikut silat dari tahun 2014. Awal kenal pencak silat perguruan tapak suci dari x-school di sekolah dulu di SMA Muhammadiyah 3 Palembang. Bisa masuk ke dunia ini karena saya memang senang dengan olahraga yang menantang.”katanya

Olahraga yang terbilang awam bagi kaum hawa ini ternyata memiliki resiko yang cukup tinggi. Diakui Rizka panggilan akrab dia, saat melakukan tapak suci sendiri banyak pengalaman yang Ia alami, mulai dari cidera ringan hingga cidera berat.

“Sebenernya orang tua sempet gak nyangka kalo bisa gabung di silat. Tapi emang keluarga juga hobi olahraga. Dari 2014-2018 selama ikut silat banyak pengalaman jatuh bangun untuk mencapai juara. Dari cidera yg hampir serius sampai cidera ringan. Bukan hal tabu jika anak pesilat mengalami patah tangan dan kaki. Tapi ini lah resikonya.”jelas Rizka.

Selain itu dari tapak suci, banyak ilmu yang Ia raih. Mulai dari mengajarkannya untuk pantang menyerah, mengontrol emosi, selalu merendah untuk tidak sombong, dan paling utama dapat melindungi diri sendiri.

“Alhamdulillah sudah banyak prestasi¬† pernah saya raih, kayak juara 1 kategori seni ganda tingkat kota, juara 3 kategori fighter kelas C putri tingkat kota palembang, juara 3 kategori tunggal putri tingkat kota, juara 2 kategori fighter kelas E putri tingkat kota dan bersyukur saya juga sudah memiliki sertifikat kepelatihan.”ujarnya

Demi mencapai kesuksesan memang butuh usaha dan kerja keras. Tak luput dari keberhasilan seorang pelatih. Begitu juga tahapan proses yang Ia lalui, mulai dari tingkat sabuk terendah dan tertinggi.

“Itu juga berkat pelatih saya, Junaidi S.Pd.i, dia mengajarkan selogan tapak suci itu begini “dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah” Lahaullah walla kuata illa billa hil aliyiladzim.”jelas gadis yang juga akan mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Jurusan Hukum Syariah.

Tahapan tapak suci, hanya ada tiga sabuk, yaitu Kuning, Biru dan Hitam. Artinya, sabuk kuning disebut siswa, sabuk biru kader, dan sabuk hitam berarti pendekar. Setiap sabuk memiliki tingkatan melati. Untuk mendapatkan tingkatan melati atau sabuk, mesti melaluiu ujian.

“Saya sudah melewati ujian untuk mendapatkan sabuk biru (kader), setiap sabuk biru (kader) harus memiliki cabang latihan. Jadi saya buka cabang pencak silat tapak suci di beberapa sekolah. Kayak di Man 1 palembang dan SD negeri 96. Sedangkan di smk 2 Muhammadiyah baru ikut bantu melatih.”tutup gadis manis ini.(fen)

LEAVE A REPLY